Imlek 2026 dan Tahun Kuda Api, Bobby Jayanto Ajak Hidup Lebih Seimbang

TANJUNGPINANG – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang jatuh pada 17 Februari menandai hadirnya Tahun Kuda Api, sebuah simbol kuat dalam filosofi Tionghoa yang sarat makna tentang energi, keberanian, serta semangat untuk terus bergerak maju menapaki perjalanan hidup.
Dalam penanggalan Tionghoa, setiap tahun dikaitkan dengan satu dari 12 shio serta satu dari lima elemen, yakni kayu, api, tanah, logam, dan air.
Kombinasi antara shio dan elemen ini diyakini membentuk karakter, energi, serta nuansa yang khas pada setiap tahunnya.
Tahun 2026 yang berada di bawah naungan Shio Kuda dengan elemen Api dipercaya membawa energi dinamis, penuh semangat, dan sarat makna simbolik.
Dalam tradisi Tionghoa, Shio Kuda melambangkan kepercayaan diri, energi yang kuat, kreativitas, serta jiwa petualang.
Kuda juga sering dimaknai sebagai simbol kebebasan, pergerakan, dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan.
Sementara itu, elemen Api memperkuat karakter shio Kuda dengan menghadirkan makna antusiasme, kehangatan, imajinasi, serta dorongan untuk bertindak.
Kombinasi keduanya menggambarkan pribadi yang aktif, berani mencoba hal baru, dan kaya akan ide.
Dilansir dari Sino Cultural, perpaduan shio Kuda dan elemen Api menciptakan energi yang sangat kuat.
Oleh karena itu, Tahun Kuda Api kerap diprediksi sebagai periode yang ramai, penuh kemajuan, dan berpotensi membawa perubahan besar. Dalam budaya Tionghoa, tahun ini juga dikenal sebagai Tahun Kuda Merah.
Warna merah sendiri memiliki makna penting karena melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan kemakmuran. Dengan demikian, Kuda Merah tidak hanya merepresentasikan kekuatan dan keindahan, tetapi juga harapan serta kabar baik.
Bagi tokoh masyarakat Kepulauan Riau yang berdomisili di Tanjungpinang, Bobby Jayanto, Tahun Kuda Api bukan sekadar penanda pergantian shio. Lebih dari itu, ia menjadi momentum reflektif untuk menata kembali arah hidup dengan semangat, kesadaran, dan keseimbangan.
Dalam filosofi Tionghoa, kuda melambangkan kebebasan, ketangguhan, serta daya juang yang tinggi. Sementara elemen api merepresentasikan vitalitas, transformasi, dan cahaya kehidupan.
Perpaduan keduanya menghadirkan simbol pertumbuhan yang dinamis
berani melangkah ke depan, namun tetap dijalani dengan kebijaksanaan.
“Tahun Kuda Api harus dihadapi dengan semangat. Ini bukan hanya tentang bergerak cepat, tetapi tentang bergerak dengan arah yang benar,” ungkap Bobby Jayanto, Sabtu (14/2/2026).
Baginya, keberanian sejati bukanlah keberanian yang membabi buta. Tahun Kuda Api justru menjadi pengingat bahwa melangkah maju tidak boleh mengorbankan keseimbangan hidup sebuah nilai yang semakin relevan di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat.
Di tengah dinamika kehidupan modern, semangat Kuda Api mengajak manusia untuk tidak sekadar berlari mengejar capaian, melainkan melangkah dengan tujuan yang jelas dan kesadaran penuh.
Imlek tahun ini menjadi pengingat bahwa kemajuan sejati tidak hanya diukur dari kecepatan dan pencapaian, tetapi juga dari kemampuan menjaga keseimbangan antara ambisi dan ketenangan batin,” tegasnya.
Menurut Bobby, filosofi Kuda Api juga membawa pesan inspiratif tentang keberanian membuka ruang bagi pertumbuhan baru.
Kuda dikenal sebagai simbol daya hidup yang kuat terus bergerak maju dengan ketangguhan, namun tetap peka terhadap arah dan medan yang dilalui.
Dalam konteks kehidupan masa kini, semangat tersebut mendorong setiap individu untuk berani bermimpi lebih besar, mengambil langkah dengan keyakinan, serta menyalakan kembali energi positif dalam menjalani perubahan.
Api yang menyertainya bukanlah api yang membakar tanpa kendali, melainkan nyala semangat yang memberi terang, menghangatkan, dan menuntun proses transformasi menuju kehidupan yang lebih bermakna.
Lebih dari sekadar simbol keberanian, Tahun Kuda Api dimaknai sebagai momentum untuk mengambil keputusan-keputusan besar yang menentukan arah kehidupan ke depan.
Energi yang hadir perlu diarahkan dengan kebijaksanaan, agar setiap langkah menjadi investasi yang seimbang, berkelanjutan, dan bernilai—baik bagi diri sendiri maupun keluarga.
Nilai tersebut tercermin dalam upaya menjalani kehidupan yang lebih tertata, dengan menyediakan ruang untuk beristirahat, berefleksi, serta kembali pada ketenangan sebagai bagian penting dari kualitas hidup.
L
“Spirit Tahun Kuda Api mengajarkan kita untuk bergerak maju dengan keberanian, namun tetap berpijak pada kesadaran dan arah yang jelas. Ini adalah momentum untuk mengambil keputusan dengan keyakinan, sekaligus menata kehidupan agar lebih seimbang dan bermakna dalam jangka panjang,” pungkasnya. (bs)


