Bersih Pantai, Bersih Hati: Polda Kepri Sambut Ramadhan di OcarinaPagi itu, angin laut Pantai Ocarina berhembus lembut

BATAM, katasiber – Di bawah langit Batam yang cerah, puluhan personel Polri, TNI, aparatur pemerintah, dan masyarakat tampak menyatu dalam satu tujuan membersihkan pantai, membersihkan hati, menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Sabtu (7/2/2026), kawasan wisata Pantai Ocarina tak hanya dipenuhi suara ombak dan langkah kaki pengunjung.
Derap kebersamaan terasa kuat ketika Polda Kepulauan Riau menggelar Bhakti Kebersihan, sebuah kegiatan yang bukan sekadar rutinitas seremonial, tetapi cerminan kepedulian dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.
Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., hadir langsung di tengah-tengah peserta.
Tanpa sekat, ia berdiri berdampingan dengan personel dan masyarakat, menyampaikan pesan sederhana namun bermakna: kebersihan adalah bagian dari iman dan fondasi kenyamanan hidup bersama.
Bagi Provinsi Kepulauan Riau, khususnya Kota Batam, pantai bukan hanya bentang alam.
Ia adalah wajah daerah, pintu masuk pariwisata, dan ruang publik yang mempertemukan banyak kepentingan.
Karena itulah, menjaga kebersihan kawasan wisata menjadi tanggung jawab bersama, bukan semata tugas pemerintah.
“Bhakti kebersihan ini dilaksanakan serentak sebagai bagian dari instruksi Presiden kepada TNI–Polri dan pemerintah daerah. Harapannya, kehadiran kami dapat menginspirasi masyarakat untuk membudayakan hidup bersih dan menjaga lingkungan secara berkelanjutan,” ujar Kapolda Kepri dalam arahannya.
Usai apel, kegiatan pun berlanjut. Sampah plastik, ranting kayu, dan sisa-sisa limbah yang terbawa arus laut dikumpulkan. Tangan-tangan yang berbeda profesi bekerja dalam irama yang sama. Tak ada pangkat, tak ada jarak—yang ada hanya semangat gotong royong.
Wali Kota Batam Dr. H. Amsakar Achmad, S.Sos., M.Si., Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., jajaran Pejabat Utama Polda Kepri, unsur Forkopimda, hingga kelompok masyarakat turut larut dalam kegiatan tersebut. Pantai Ocarina perlahan berubah, lebih bersih, lebih rapi, dan lebih nyaman.
Bhakti kebersihan ini menjadi simbol kesiapan Batam menyambut Ramadhan—bukan hanya dengan memperindah ruang fisik, tetapi juga dengan menata kesadaran kolektif. Bahwa menjaga lingkungan adalah ibadah sosial, dan kebersihan adalah awal dari ketenangan.
Di penghujung kegiatan, Pantai Ocarina kembali menyuguhkan pesonanya. Laut yang lebih bersih, pasir yang lebih rapi, dan jejak kebersamaan yang tertinggal.
Sebuah pesan sederhana namun kuat: menyambut Ramadhan dimulai dari hal paling dekat—membersihkan lingkungan dan mempererat kepedulian. (*)


