TANJUNGPINANG

Air Datang, Semangka Tumbuh: Petani Dompak Menang Lawan Kemarau

Air Datang, Semangka Tumbuh: Petani Dompak Menang Lawan Kemarau.f-ist/katasiber.

TANJUNGPINANG, katasiber – Di bawah matahari Dompak yang menyengat, deretan semangka berukuran besar terhampar di lahan yang dulu dikenal tandus.

Tanah eks tambang bijih bauksit itu kini berubah wajah menjadi ladang harapan bagi para petani yang untuk kedua kalinya berhasil memanen hasil jerih payah mereka.

Bagi Agus dan petani lainnya, panen kali ini terasa lebih bermakna. Bukan hanya karena buah semangka tumbuh besar dan berat, tetapi karena di baliknya tersimpan cerita tentang perjuangan, kekhawatiran, dan uluran tangan yang datang tepat waktu.

Musim kemarau sempat menguji keteguhan mereka. Saat tanaman memasuki masa pembesaran buah, air justru menjadi barang langka.

Sumur-sumur mengering, sementara semangka membutuhkan suplai air yang cukup agar tidak gagal panen. Kegelisahan pun menyelimuti para petani.

Di tengah kekhawatiran itu, bantuan datang. Mengusung semangat TNI bersama rakyat, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I Tanjungpinang, Letjen TNI Kunto Arif Wibowo, memerintahkan jajarannya menurunkan mobil tangki air untuk menyuplai kebutuhan tanaman petani.

“Awalnya kami hampir putus asa. Air sumur kering, sementara buah sedang butuh banyak air. Alhamdulillah, bantuan datang tepat waktu,” kenang Agus.

Air yang mengalir dari mobil tangki itu bukan sekadar menyelamatkan tanaman, tetapi juga menumbuhkan kembali harapan.

Tanaman semangka kembali segar, daun menghijau, dan buah berkembang optimal hingga akhirnya siap dipanen.

Dari satu hektare lahan, hasil panen diperkirakan mencapai sekitar 40 ton pada musim kemarau. Angka yang dinilai sangat tinggi untuk lahan eks tambang.

Jika kondisi cuaca normal, potensi hasil bahkan bisa menembus 50 ton per hektare.

Keberhasilan ini juga tak lepas dari penggunaan pupuk hayati BIOS 44. Pupuk berbasis mikroorganisme tersebut membantu memperbaiki struktur tanah bekas tambang, menjadikannya kembali subur dan layak tanam.

Hasilnya, tanaman tumbuh lebih sehat, kokoh, dan produktif.

“Sejak pakai BIOS 44, semangka kami lebih besar dan berat. Tanamannya juga sehat,” ujar Agus sambil tersenyum puas melihat hasil panen.

Manfaat BIOS 44 tak hanya dirasakan petani semangka. Bohari, petani cabai di lokasi yang sama, mengaku tanamannya kini jauh lebih subur dan tahan terhadap serangan hama.

“Buahnya banyak, besar, dan tanamannya sehat. BIOS 44 memang luar biasa,” kata Bohari.

Kini, lahan yang dibina Kogabwilhan I Tanjungpinang tersebut tak lagi sekadar area pertanian. Kawasan ini berkembang menjadi bagian dari upaya ketahanan pangan daerah, bahkan mulai dikenal sebagai agro wisata dan lokasi perkemahan.

Sejumlah pejabat daerah pun telah meninjau langsung potensi lahan tersebut.

Panen semangka di Dompak menjadi bukti bahwa tanah rusak bukan akhir segalanya. Dengan kerja keras, inovasi pertanian, dan sinergi antara petani dan TNI, lahan eks tambang dapat kembali bernilai.

Dari tanah yang pernah terluka, kini tumbuh buah-buah kehidupan menghidupi petani dan memberi harapan bagi masa depan.(bas)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *