TANJUNGPINANG

Dengan BIOS 44, Petani Semangka Tanjungpinang Panen Raya di Lahan Eks Tambang Bauksit

DOMPAK, katasiber – Petani di wilayah Dompak, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), tengah menikmati hasil manis dari kerja keras mereka.

Di atas lahan eks tambang biji bauksit yang sebelumnya dinilai kurang produktif, para petani kini mampu melaksanakan panen raya semangka dengan penuh rasa syukur dan kegembiraan. Sejak Selasa hingga hari ini, Kamis (5/2/2026) masih panen.

L
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari penggunaan pupuk hayati BIOS 44, yang terbukti mampu meningkatkan kesuburan tanah, kesehatan tanaman, serta bobot dan kualitas hasil panen. Sejak menggunakan pupuk hayati berbasis mikroorganisme tersebut, produksi semangka petani Dompak mengalami peningkatan signifikan.

BIOS 44 merupakan agen hayati berupa cairan mikroorganisme yang dirancang untuk memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan produktivitas tanaman. Pupuk ini telah digunakan pada berbagai komoditas pertanian seperti padi, jagung, jeruk, cabai, hingga tanaman hortikultura lainnya, dengan hasil yang memuaskan.

Penggunaan BIOS 44 terbukti mampu menyuburkan tanah, membuat batang tanaman lebih kokoh, mempercepat pertumbuhan, serta menghasilkan buah yang lebih besar, berat, dan sehat.

Tak heran jika pupuk hayati ini mulai diminati para petani yang ingin meningkatkan hasil kebun maupun sawah mereka.

Beberapa manfaat nyata BIOS 44 yang dirasakan petani di antaranya peningkatan ukuran dan bobot buah, kualitas hasil panen yang lebih baik, serta tanaman yang lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit.

Selain itu, BIOS 44 juga berperan memperbaiki kondisi tanah marginal, termasuk lahan eks tambang seperti di Dompak.

Agus, salah seorang petani semangka di Dompak, mengaku telah dua kali melakukan panen raya sejak menggunakan BIOS 44.

Ia menuturkan, hasil panennya kini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya, terutama dari sisi bobot buah dan kesehatan tanaman.

“Alhamdulillah, sejak pakai BIOS 44, tanaman semangka kami tumbuh subur dan buahnya lebih besar serta berat. Panennya meningkat dan kualitasnya juga lebih bagus,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, meski sebelum menggunakan BIOS 44 hasil panennya sudah cukup baik, namun setelah menggunakan pupuk hayati tersebut perbedaannya sangat terasa.

Tanaman terlihat lebih sehat, daun lebih hijau, dan buah lebih seragam.
Agus juga menyampaikan terima kasih kepada Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) Tanjungpinang, Letjen TNI Kunto Arif Wibowo, beserta istri, Mia Kunto, yang telah memperkenalkan pupuk hayati BIOS 44 kepada para petani Dompak.

Lahan semangka yang dikelola Agus merupakan lahan eks tambang bauksit yang mendapat dukungan dan pembinaan langsung dari Pangkogabwilhan Tanjungpinang.

“Terima kasih Pak Jenderal yang telah memperkenalkan BIOS 44 kepada kami para petani. Produk ini sangat membantu meningkatkan produksi semangka kami,” ungkapnya.

Keberhasilan BIOS 44 tidak hanya dirasakan oleh petani semangka. Hal serupa juga diungkapkan Bohari, petani cabai yang mengelola lahan di kawasan eks tambang bauksit Dompak.

Menurutnya, sejak menggunakan BIOS 44, tanaman cabainya tumbuh lebih subur, sehat, dan relatif bebas dari serangan hama.

“BIOS 44 luar biasa. Tanaman cabai jadi sehat, buahnya banyak dan besar, serta jauh dari hama,” ujar Bohari.
Keberhasilan para petani Dompak ini menjadi bukti bahwa lahan eks tambang pun masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan pertanian produktif, asalkan dikelola dengan tepat dan didukung teknologi pertanian yang sesuai.

Penggunaan pupuk hayati seperti BIOS 44 dinilai mampu menjadi solusi bagi petani dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan.

Panen raya semangka di Dompak ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Kepulauan Riau, bahwa inovasi pertanian dan sinergi antara petani, pemerintah, serta berbagai pihak terkait mampu mengubah tantangan menjadi peluang. (bas)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *