APBD Tak Seimbang dengan Kebutuhan, Walukota Amsakar Tegaskan Pentingnya Skala Prioritas

BATAM, katasiber – Di tengah dinamika pembangunan kota yang terus tumbuh, Batam dihadapkan pada satu kenyataan yang tak bisa dihindari: kebutuhan besar, anggaran terbatas. Di sinilah skala prioritas menjadi kata kunci.
Pesan itu ditegaskan langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Batuampar di Sentosa Seafood Batam, Taman Pasifik Lot 1, Kamis (29/1/2026).
Di hadapan masyarakat, tokoh setempat, dan pemangku kepentingan, Amsakar berbicara lugas. Ia mengingatkan bahwa Musrenbang bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ruang strategis untuk menyelaraskan harapan warga dengan kemampuan riil keuangan daerah.
“Total kebutuhan pembangunan Batam sekitar Rp9 triliun, sementara kemampuan APBD kita berada di angka Rp4,29 triliun. Selisih inilah yang harus kita kelola secara bijak melalui penentuan skala prioritas,” ujarnya.
Amsakar mengapresiasi kekompakan warga Batuampar yang aktif mengawal usulan sejak tahap rembuk warga hingga pra-Musrenbang.
Baginya, partisipasi publik yang konsisten menjadi fondasi penting agar setiap program yang diusulkan benar-benar lahir dari kebutuhan nyata masyarakat.
Namun, ia menegaskan bahwa tidak semua usulan bisa langsung diakomodasi. Pemerintah, kata Amsakar, harus memilih program yang paling mendesak, berdampak luas, dan sejalan dengan arah kebijakan strategis pembangunan kota.
Di tengah keterbatasan anggaran, Batam justru mencatat sejumlah capaian yang patut diapresiasi. Sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,6 persen. (mas)


