TANJUNGPINANG

Di Dompak, Ketika Panglima dan Wali Kota Menyemai Harapan dari Tanah

Panglima Kogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo bersama Wako Tanjungpinang H. Lis Darmansyah

DOMPAK, katasiber – Di bawah langit Dompak yang cerah, roda tiga melaju pelan di antara barisan tanaman hijau.

Bukan pemandangan biasa. Di atas kendaraan sederhana itu, Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah duduk di depan, sementara di belakangnya, Panglima Kogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo tersenyum santai.

Dua sosok dengan latar berbeda sipil dan militer bertemu dalam satu tujuan, menjaga pangan dan menumbuhkan harapan dari tanah.

Lahan pertanian Kogabwilhan I di Sei Ungar, Dompak, bukan sekadar hamparan kebun.

Di sinilah semangka, cabai, kacang tanah, nanas, pisang, pepaya, durian, jambu, mangga hingga alpukat tumbuh berdampingan.

Lahan ini dikelola bersama kelompok tani Harapan Jaya dan Maju Mapan, yang sehari-hari menggantungkan hidup dari tanah yang dulu tak banyak dilirik.

Bagi Lis Darmansyah, pertanian bukan hanya soal panen. Ia melihatnya sebagai jalan panjang menuju kemandirian.

“Ketahanan pangan itu bukan sekadar stok, tapi keberlanjutan. Ketika masyarakat dilibatkan, ekonomi bergerak, dan lingkungan terjaga,” ujarnya di sela peninjauan.

Kehadiran TNI di sektor pertanian mungkin tak selalu terlihat, namun di Dompak, peran itu nyata. Di bawah komando Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, Kogabwilhan I membuka lahan, mendorong produksi lokal, hingga mengembangkan konsep agrowisata berbasis lingkungan.

Pelepasan bibit ikan lele, nila, dan gurame, hingga pelepasan burung, menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan alam.

“Kami ingin ketahanan pangan berujung pada kemandirian dan kedaulatan pangan. Itu harus terukur, berkelanjutan, dan didukung teknologi,” tegas Kunto.

Baginya, menjaga wilayah tidak selalu berarti angkat senjata kadang cukup dengan memastikan rakyat tak kekurangan pangan.

Keakraban dua pemimpin itu di tengah kebun memberi pesan kuat, urusan pangan bukan kerja satu institusi.

Di wilayah kepulauan seperti Tanjungpinang, kolaborasi adalah kunci. Pemerintah daerah, TNI, dan petani berjalan seiring, menyemai benih yang kelak menjadi sumber kehidupan.

Di Dompak, dari tanah yang digarap bersama, tumbuh keyakinan bahwa masa depan bisa dirawat.

Bukan hanya oleh petani, tapi oleh semua yang percaya bahwa ketahanan pangan adalah fondasi kedaulatan bangsa. (bas)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *