Merajut Sinergi Daerah: Dari Batam, Strategi PAD dan Pariwisata Dibahas Bersama DPRD Siak

BATAM, katasiber – Pagi itu, ruang pertemuan di Kantor Wali Kota Batam menjadi saksi perjumpaan dua daerah dengan semangat yang sama: membangun kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Kamis (22/1/2026), Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, menerima kunjungan kerja anggota DPRD Kabupaten Siak dalam suasana hangat dan penuh dialog.
Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi kelembagaan. Lebih dari itu, pertemuan ini menjadi ruang bertukar gagasan tentang bagaimana daerah dapat memperkuat fondasi ekonominya di tengah tantangan pembangunan yang kian kompleks.
Di meja diskusi, tiga isu utama mengemuka: optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), percepatan pembangunan infrastruktur, dan pengembangan sektor pariwisata.
Tiga pilar yang dinilai saling terkait dan tak bisa berjalan sendiri-sendiri.
“Penguatan PAD, pembangunan infrastruktur, dan pengembangan pariwisata harus berjalan beriringan,” ujar Firmansyah.
Menurutnya, ketiganya merupakan strategi kunci untuk mendorong kemandirian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Firmansyah memaparkan bagaimana Pemko Batam terus mendorong perencanaan pembangunan yang terintegrasi, berbasis data, dan berorientasi pada hasil. Baginya, pembangunan bukan hanya soal mengejar target fisik, tetapi memastikan setiap program benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Infrastruktur, lanjutnya, bukan sekadar jalan, jembatan, atau gedung. Ia adalah pengungkit konektivitas ekonomi dan daya saing daerah. Ketika infrastruktur kuat, arus barang, jasa, dan manusia akan bergerak lebih efisien, membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.
Sementara sektor pariwisata diarahkan menjadi industri berkelanjutan. Batam, dengan posisinya yang strategis dan kekayaan potensi wisata, terus mendorong pariwisata yang mampu menggerakkan UMKM, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas peluang usaha masyarakat lokal.
Rombongan DPRD Kabupaten Siak pun menyambut baik paparan tersebut. Mereka mengapresiasi keterbukaan Pemko Batam dalam berbagi pengalaman dan praktik kebijakan.
Bagi mereka, kunjungan kerja ini menjadi referensi berharga dalam merumuskan kebijakan pembangunan di daerah asal.
Pertemuan ditutup dengan harapan bersama: terjalinnya hubungan antardaerah yang semakin erat, sekaligus terbukanya peluang kerja sama ke depan.
Dari Batam, pesan itu mengalir bahwa pembangunan yang kuat lahir dari sinergi, kolaborasi, dan kemauan untuk terus belajar satu sama lain. (*/bs)


