Respons Cepat di Tengah Terik: Saat Ditsamapta Polda Kepri Menjinakkan Api di Sambau

BATAM, katasiber – Terik matahari siang itu belum sepenuhnya bergeser ketika kepulan asap hitam mulai terlihat di sepanjang jalan TPU Sambau, Kecamatan Nongsa. Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 14.20 WIB, semak belukar di kawasan tersebut terbakar, memicu kekhawatiran warga yang melintas.
Tak butuh waktu lama. Laporan masyarakat segera ditangkap oleh Direktorat Samapta Polda Kepulauan Riau. Di balik sirene dan deru mesin kendaraan taktis, Tim Pengamanan Penyelamatan (Pammat) bergerak cepat menuju lokasi.
Lima menit setelah laporan diterima, tepat pukul 14.25 WIB, sepuluh personel gabungan dari Subditgasum dan Subdit Dalmas tiba di titik api. Dipimpin Ps. Kanit 1 Sipammat Subditgasum, Ipda Muhammad Fathan Jafnika, mereka langsung berjibaku dengan panas dan asap, berupaya melokalisir kobaran api agar tidak merambat lebih luas.
Satu unit kendaraan taktis Karhutla dikerahkan. Air disemprotkan tanpa jeda, sementara personel lainnya menyisir area sekitar. Situasi semakin terkendali ketika satu unit Rantis Armoured Water Cannon (AWC) tiba lima menit kemudian, menambah daya gedor pemadaman.
Sinergi lintas instansi pun terlihat nyata. Pada pukul 14.50 WIB, dua unit mobil pemadam kebakaran dari BP Batam merapat ke lokasi. Tanpa sekat komando, petugas pemadam dan personel Polri bahu-membahu, menyatukan tenaga demi satu tujuan: menjinakkan api.
Tak hanya memadamkan kebakaran, personel Ditsamapta juga sigap mengamankan area. Warga diarahkan menjauh dari titik bahaya, sementara arus lalu lintas di jalan TPU Sambau tetap dijaga agar tidak tersendat oleh aktivitas pemadaman.
“Fokus kami bukan hanya memadamkan api, tetapi juga memastikan keselamatan warga dan kelancaran lalu lintas,” ujar Kabidhumas Polda Kepri, Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, mewakili Dirsamapta Polda Kepri Kombes Pol. Joko Adi Nugroho.
Kerja keras itu membuahkan hasil. Tepat pukul 16.00 WIB, api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Tak ada korban jiwa, tak ada kepanikan berkepanjangan. Asap perlahan menghilang, dan aktivitas masyarakat kembali normal.
Peristiwa di Sambau menjadi pengingat bahwa di tengah cuaca terik dan rawan kebakaran lahan, kewaspadaan adalah tanggung jawab bersama. Polda Kepri pun mengimbau masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan dan menghindari pembakaran lahan terbuka.
Karena dalam hitungan menit, api kecil bisa menjadi bencana besar—namun dengan respons cepat dan sinergi yang solid, bahaya dapat dicegah. (*)


