INTERNASIONALNASIONAL

Dari Batam untuk Negeri, Mentan Amran Tegaskan Peran Kabupaten sebagai Kunci Kedaulatan Pangan

Dari Batam untuk Negeri, Mentan Amran Tegaskan Peran Kabupaten sebagai Kunci Kedaulatan Pangan.f-ist

BATAM, katasiber – Di tengah hiruk-pikuk Kota Batam sebagai gerbang ekonomi internasional, isu pangan justru mengemuka dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Senin (19/1/2026).

Di hadapan para bupati se-Indonesia, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman berdiri bukan sekadar sebagai pejabat negara, melainkan sebagai penggerak utama mimpi besar kedaulatan pangan nasional.

Didampingi Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura, kehadiran Mentan Amran membawa pesan kuat: masa depan pertanian Indonesia tidak hanya ditentukan dari pusat, tetapi justru bertumpu pada kekuatan daerah, khususnya pemerintah kabupaten.

Dalam forum strategis yang berlangsung tiga hari tersebut, Mentan tampil sebagai pemateri tunggal dengan tema besar, “Penguatan Ekosistem Pertanian Daerah untuk Mendukung Kemandirian Pangan, Hilirisasi, dan Kesejahteraan Petani.”

Tema itu bukan sekadar jargon, melainkan refleksi dari perubahan arah pembangunan pertanian nasional.

Dengan nada optimistis, Mentan memaparkan capaian bersejarah Indonesia di sektor pangan. Ia menyebutkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto telah mengumumkan swasembada beras pada 7 Januari 2026.

“Produksi beras nasional kita mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah, yaitu 34,71 juta ton. Sementara kebutuhan konsumsi nasional berada di angka 31,19 juta ton per tahun,” ujar Amran, disambut perhatian serius para kepala daerah.

Lebih dari sekadar angka, capaian ini menjadi simbol kebangkitan sektor pertanian nasional. Namun, Mentan menegaskan bahwa keberhasilan tersebut bukan lahir dari peningkatan anggaran semata, melainkan dari kebijakan strategis pemerintah pusat, terutama melalui berbagai Instruksi Presiden (Inpres) yang dikeluarkan sepanjang 2025 untuk memperkuat sektor pertanian.

Di titik inilah peran kabupaten menjadi sangat vital.

Menurut Amran, pemerintah kabupaten merupakan ujung tombak pembangunan pertanian. Dari daerah, kebijakan teknis dirumuskan, program produksi digerakkan, dan petani didampingi secara langsung.

“Para bupati memiliki peran strategis dalam mendorong terobosan-terobosan kebijakan di sektor pertanian, untuk mempercepat swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” tegasnya.

Batam, yang dikenal sebagai kota industri dan perdagangan, hari itu menjadi saksi penegasan arah baru pembangunan nasional. Dari ruang Rakornas Apkasi, pesan Mentan Amran menggema ke seluruh pelosok negeri: kedaulatan pangan Indonesia akan kokoh jika kabupaten-kabupaten bergerak serempak, dari sawah hingga kebijakan.

Dari Batam untuk Indonesia, pertanian kembali ditempatkan sebagai fondasi utama masa depan bangsa. (fik)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *