NASIONALTANJUNGPINANG

Dari Tanah Bauksit ke Ladang Harapan: Gus Ipin Terharu Melihat Keajaiban Pertanian di Dompak

Dari Tanah Bauksit ke Ladang Harapan: Gus Ipin Terharu Melihat Keajaiban Pertanian di Dompak.f-karasiber.

DOMPAK, katasiber – Terik siang di Dompak, Sabtu (17/1/2026), tak menyurutkan langkah seorang kepala daerah dari Jawa Timur.

Sekitar pukul 14.30 WIB, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, yang akrab disapa Gus Ipin, berdiri terpaku di tengah hamparan lahan yang dahulu gersang.

Matanya menyapu barisan tanaman semangka dan cabai yang hijau subur, tumbuh di atas tanah bekas tambang bauksit.

Tak sedikit pun tersisa bayangan lahan rusak. Yang tampak justru ladang harapan.

Didampingi Panglima Kogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arif Wibowo beserta jajaran perwira tinggi, Gus Ipin mengunjungi lahan kedaulatan pangan Kogabwilhan I di Tanjungpinang, Dompak.

Kunjungan itu berubah menjadi momen pembelajaran yang membekas.

“Ini luar biasa. Lahan yang dulu tidak produktif, bekas tambang bauksit, sekarang bisa ditanami cabai dan tanaman lainnya,” ujar Gus Ipin dengan nada takjub.

Sebagai kepala daerah yang wilayahnya rawan longsor, Gus Ipin datang bukan sekadar melihat, tetapi belajar.

Ia banyak berdialog dengan Panglima Kogabwilhan dan para petani binaan TNI. Mulai dari teknik menyuburkan tanah tanpa pupuk kimia, hingga pengelolaan lahan kritis agar kembali bernilai produktif.

Di Dompak, para petani menggunakan pupuk organik Bios 44. Tanpa ketergantungan bahan kimia, tanah yang dulu mati perlahan hidup kembali.

Inilah yang membuat Gus Ipin terkesan.
“Saya banyak belajar pertanian dari Pak Jenderal, bagaimana lahan tidak produktif bisa menjadi produktif,” tuturnya.

Tak hanya soal pertanian, Gus Ipin juga mendapat masukan strategis untuk daerahnya. Salah satunya, penanaman bambu di wilayah rawan longsor seperti Trenggalek.

Akar bambu yang kuat dinilai mampu menahan pergerakan tanah sekaligus mencegah banjir.

Bagi Gus Ipin, kunjungan ini seperti menemukan peta jalan baru bagi pembangunan daerah. Dari Dompak, ia melihat bukti bahwa pemulihan lingkungan bukan sekadar wacana, melainkan bisa diwujudkan.

Di sisi lain, kehadiran orang nomor satu di Trenggalek itu juga meninggalkan kesan mendalam bagi para petani.

Bohari, petani cabai binaan Kogabwilhan I, mengaku tak menyangka didatangi bupati dari jauh.

“Saya sebagai petani cabai merasa bangga, bersyukur, dan terharu. Tidak disangka-sangka Bupati Trenggalek turun langsung ke lahan kedaulatan pangan Kogabwilhan I dan berdialog dengan petani,” katanya.

Di bawah terik Dompak, pertemuan antara jenderal, bupati, dan petani itu menjadi simbol kuat: ketika lahan rusak bisa dipulihkan, maka harapan pun bisa ditumbuhkan kembali.

Dari tanah bauksit yang pernah terluka, kini tumbuh cabai, dan bersama itu tumbuh pula optimisme bagi masa depan pertanian Indonesia. (bas)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *