Serahkan Bantuan Sarana dan Prasarana, Lis Tegaskan Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, katasiber – Deru mesin kapal dan aktivitas nelayan di Pelantar Pelangi Kampung Bugis berpadu dengan semangat baru yang dihadirkan Pemerintah Kota Tanjungpinang. Selasa (16/12), Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, S.H., secara langsung menyerahkan bantuan sarana dan prasarana sektor pertanian, peternakan, dan perikanan kepada kelompok tani, peternak, nelayan, pembudidaya, serta pelaku pengolahan perikanan. Ia didampingi Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang Dr Ade Angga, politisi muda Golkar.
Penyerahan bantuan yang juga berlangsung di Terminal Sei Carang ini menjadi penanda keseriusan Pemko Tanjungpinang dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Lis menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak sekadar berbicara soal ketersediaan bahan pangan di pasar, melainkan menyangkut kemandirian produksi dan keadilan akses bagi masyarakat.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal stok, tetapi kemampuan kita berproduksi secara mandiri, memastikan pangan terjangkau, serta meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, dan pelaku UMKM pangan,” tegas Lis.
Ia menyebut sektor pangan sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Penguatan sektor ini, lanjut Lis, dilakukan melalui hilirisasi pangan lokal dengan mendorong UMKM mengolah hasil pertanian dan perikanan menjadi produk bernilai tambah, pemanfaatan lahan produktif, serta sinergi lintas sektor untuk menumbuhkan inovasi, termasuk pertanian perkotaan.
Tak hanya itu, Lis juga memaparkan rencana strategis pembangunan dua titik Kampung Nelayan Terpadu di Kota Tanjungpinang.
Kawasan ini dirancang sebagai pusat aktivitas nelayan yang terintegrasi, mulai dari sarana produksi, alat tangkap, pengolahan hasil perikanan, hingga dukungan pemasaran dan UMKM.
“Konsepnya menghadirkan seluruh kebutuhan nelayan dalam satu kawasan, sehingga aktivitas melaut, pengolahan hasil, hingga peningkatan nilai tambah ekonomi bisa dilakukan secara terintegrasi,” jelasnya.
Menurut Lis, pembangunan Kampung Nelayan Terpadu akan dilaksanakan melalui kolaborasi erat antara Pemerintah Kota dan DPRD sebagai bentuk sinergi kebijakan dan penganggaran yang berpihak kepada masyarakat nelayan.
“Penguatan sektor perikanan tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi bersama DPRD agar program ini berkelanjutan dan tepat sasaran,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Lis menyampaikan apresiasi kepada kelompok tani, peternak, dan nelayan yang selama ini menjadi garda terdepan ketahanan pangan dan penggerak ekonomi rakyat.
“Kami mendukung penuh program-program nyata untuk mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan. Semoga bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan bersama dan peningkatan produksi pangan di Tanjungpinang,” harapnya.
Beragam bantuan disalurkan dalam kegiatan ini. Di sektor pertanian, Pemko Tanjungpinang menyerahkan paket hidroponik kepada KWT Sakura Ruth (Kelurahan Tanjungpinang Timur), KWT Berani Maju (Kelurahan Bulat Cermin), KWT Palem Putih (Kelurahan Dompak), KWT Ashooka (Kelurahan Penyengat), dan KWT Cahaya Sei Payung (Kelurahan Tanjung Unggat). Selain itu, bantuan pupuk dan benih jagung diberikan kepada Kelompok Tani Tanjung Siambang Mayu (Kelurahan Dompak), Surya Tani (Kelurahan Kampung Bugis), Sejahtera (Kelurahan Pinang Kencana), serta Jaya (Kelurahan Melayu Kota Piring). Bibit mangga, kasturi, dan durian juga disalurkan di Kelurahan Pinang Kencana, Senggarang, dan Kampung Bugis.
Di sektor peternakan, bantuan berupa 600 ekor ayam petelur untuk 10 kelompok, 200 ekor ayam kampung untuk 10 kelompok, serta 10 ekor sapi Bali untuk satu kelompok ternak turut diserahkan.
Sementara di sektor perikanan, nelayan dan pembudidaya menerima bantuan bubu ketam, jaring tiga lapis, jaring selangat, mesin gasolin, bibit ikan lele, pakan ikan, hingga peralatan pengolahan seperti blender, kompor gas, dan kukusan. Tak hanya itu, Pemko juga menyerahkan kapal motor berukuran 1 GT dan 2 GT guna mendukung aktivitas melaut nelayan.
Melalui bantuan lintas sektor ini, Pemerintah Kota Tanjungpinang menegaskan langkah konkret membangun ketahanan pangan dari hulu ke hilir, sekaligus memperkuat denyut ekonomi masyarakat pesisir dan perdesaan. (bas)


