Kogabwilhan I Laksanakan Gladi Model Latihan TNI 2025: Wujud Profesionalisme dan Integrasi Sistem Pertempuran Modern

TANJUNGPINANG — Dalam upaya memperkuat profesionalisme prajurit dan meningkatkan kemampuan perencanaan serta pengendalian operasi terpadu, Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kogabwilhan I) melaksanakan Gladi Model Latihan Matra TNI Tahun 2025.
Latihan strategis ini dipimpin langsung oleh Pangkogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo selaku Pengawas dan Pengendali Latihan, didampingi Kepala Staf Kogabwilhan I, para asisten, serta jajaran staf dan satuan yang terlibat.
Pelaksanaan gladi model tersebut mendapat perhatian khusus dari Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., yang hadir untuk meninjau langsung jalannya latihan. Turut mendampingi pula Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M.

Uji Kemampuan Perencanaan dan Pengendalian Operasi
Kegiatan gladi model ini menjadi bagian penting dari siklus latihan TNI, di mana para perwira dan staf pelaku diuji dalam kemampuan analisis situasi, pengambilan keputusan cepat, serta penyusunan konsep operasi yang adaptif terhadap perkembangan lingkungan strategis dan teknologi militer modern.
Melalui latihan ini, TNI memperkuat koordinasi antar matra darat, laut, dan udara untuk menciptakan sistem pertempuran yang terpadu, efisien, dan responsif. Tujuan utamanya adalah melatih penyusunan rencana operasi secara terintegrasi dan memperkuat hubungan komando antar satuan.

Salah satu fokus utama dalam gladi model tahun ini adalah penerapan dan pengembangan Battle Management System (BMS) sistem manajemen pertempuran berbasis teknologi informasi yang memungkinkan integrasi komando, kendali, komunikasi, komputer, intelijen, pengintaian, dan pengawasan (K4IPP).
Dengan sistem ini, setiap unsur operasi dapat berinteraksi secara real-time, berbagi data situasional, dan mengoordinasikan pergerakan pasukan secara lebih presisi, sehingga meningkatkan interoperabilitas antar matra.
–
Gladi Model Latihan Matra TNI Tahun 2025 tidak hanya berorientasi pada aspek teknis dan taktis semata, namun juga menjadi wadah strategis untuk membangun pola pikir dan pola tindak prajurit yang profesional, adaptif, serta responsif terhadap tantangan pertahanan masa depan.
Melalui latihan terpadu ini, TNI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan operasional, sekaligus memastikan bahwa setiap langkah pertahanan nasional selaras dengan kemajuan teknologi dan doktrin militer modern.
“Latihan ini adalah bentuk kesiapan dan profesionalisme prajurit TNI dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman, sekaligus pembuktian bahwa sistem pertahanan kita terus berkembang menuju kekuatan yang tangguh dan modern,” ujar Letjen TNI Kunto Arief Wibowo.
Dengan pelaksanaan Gladi Model Latihan Matra TNI 2025 ini, Kogabwilhan I memperkuat tekad untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah dinamika geopolitik dan tantangan global yang semakin kompleks. (*/bs)


