Hangatnya Halalbihalal di Belakangpadang, Saat Perhatian untuk Lansia dan Kader Posyandu Diperkuat

BATAM, katasiber – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa kental di Gedung Nasional Belakangpadang, Rabu (8/4/2026).
Dalam balutan momentum Halalbihalal, Pemerintah Kota Batam tak sekadar bersilaturahmi, tetapi juga menghadirkan wujud nyata kepedulian melalui penyerahan bantuan sosial bagi lansia dan insentif bagi kader posyandu.
Di tengah senyum para warga yang hadir, Amsakar Achmad bersama Li Claudia Chandra menyerahkan bantuan secara simbolis.
Momen itu bukan hanya seremonial, tetapi menjadi tanda bahwa perhatian terhadap kelompok rentan terus diperkuat.
Tahun ini, jumlah penerima bantuan lansia meningkat signifikan. Jika sebelumnya hanya sekitar 2.000 orang, kini menjangkau hingga 4.000 penerima.
Bagi banyak lansia, bantuan yang langsung disalurkan ke rekening ini menjadi angin segar di tengah kebutuhan hidup yang terus berjalan.
“Ini bentuk perhatian dan penghargaan kepada para orang tua kita,” ujar Amsakar, menegaskan bahwa lansia tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan kota.
Tak hanya itu, para kader posyandu yang selama ini bekerja senyap di tengah masyarakat juga mendapat apresiasi. Mereka adalah garda terdepan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak di tingkat kelurahan peran yang sering luput dari sorotan, namun sangat vital.
Dalam kesempatan tersebut, Amsakar juga mengajak masyarakat memaknai Halalbihalal sebagai ruang mempererat silaturahmi.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan sosial, termasuk lebih bijak dalam bermedia sosial di tengah derasnya arus informasi.
“Mari kita jaga kebersamaan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar,” pesannya.
Di balik suasana penuh kehangatan itu, Amsakar juga tak menutup mata terhadap berbagai tantangan yang masih dihadapi Batam, mulai dari persoalan air bersih, pengelolaan sampah, hingga banjir.
Namun, ia optimistis dengan dukungan masyarakat, berbagai program prioritas di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi dapat terus berjalan.
Halalbihalal di Belakangpadang pun menjadi lebih dari sekadar tradisi. Ia menjelma menjadi ruang temu antara pemerintah dan masyarakat tempat di mana kepedulian, harapan, dan komitmen pembangunan dirajut dalam satu kebersamaan. (bs)


