NATUNA

Jembatan Semala Natuna Diresmikan, Ansar Tegaskan Konektivitas Hingga Perbatasan

Jembatan Semala Natuna Diresmikan, Ansar Tegaskan Konektivitas Hingga Perbatasan.f-ist

NATUNA – Di tengah bentang alam kepulauan yang luas dan menantang, kehadiran infrastruktur menjadi penentu arah kemajuan.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau kembali menegaskan komitmen itu melalui peresmian Jembatan Semala di Desa Kelarik Utara, Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna, Jumat (3/4).

Peresmian jembatan tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, didampingi Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura. Turut hadir Ketua BKOW Kepri Nenny Dwiyana Nyanyang serta Wakil Bupati Natuna Jarmin Sidik.

Bagi daerah kepulauan seperti Natuna, jembatan bukan sekadar penghubung fisik. Ia adalah denyut nadi yang mengalirkan harapan, membuka akses, dan menyatukan potensi yang selama ini terpisah oleh bentang geografis.

Dalam sambutannya, Ansar menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur, khususnya jembatan, menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Kepri yang maju, makmur, dan merata.

Menurutnya, tanpa aksesibilitas yang memadai, potensi ekonomi di wilayah pelosok akan sulit berkembang.

“Tanpa akses yang baik, kesenjangan antarwilayah akan tetap lebar. Karena itu, konektivitas adalah kunci,” ujarnya.

Data menunjukkan, hingga saat ini Provinsi Kepulauan Riau telah memiliki 154 jembatan dengan total panjang mencapai 4.001,85 meter yang tersebar di tujuh kabupaten/kota.

Sementara di Natuna sendiri, terdapat 35 jembatan dengan total panjang 537 meterbsebuah angka yang terus bertambah seiring komitmen pembangunan yang berkelanjutan.

Jembatan Semala yang kini berdiri kokoh memiliki panjang 30 meter dan menghubungkan Kecamatan Batubi dengan Kelarik.

Dibangun dengan anggaran lebih dari Rp12,5 miliar, jembatan ini diharapkan menjadi jalur vital bagi mobilitas masyarakat.

Namun lebih dari itu, Ansar menekankan bahwa jembatan ini memiliki makna simbolis..l

“Ini bukan sekadar beton dan baja. Ini adalah simbol kehadiran negara di perbatasan, yang menyatukan titik-titik pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Dengan terbukanya akses tersebut, arus transportasi barang dan jasa diyakini akan semakin lancar.

Peluang-peluang ekonomi baru pun diharapkan tumbuh di sepanjang jalur penghubung itu, menghadirkan kehidupan yang lebih dinamis bagi masyarakat setempat.

Pemerintah juga berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat infrastruktur ini. Sebab, keberlanjutan manfaat jembatan sangat bergantung pada kepedulian bersama.

Peresmian Jembatan Semala sekaligus menjadi penegasan bahwa pembangunan di Natuna bukan hanya soal pemerataan, tetapi juga strategi memperkuat wilayah perbatasan sebagai garda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Di titik terluar negeri ini, setiap jembatan yang dibangun bukan hanya menghubungkan daratan tetapi juga menyambungkan harapan akan masa depan yang lebih sejahtera.(bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *