Bahu Jalan Dikembalikan ke Fungsinya, DPRD Batam dan Panasonic Sepakat

BATAM, katasiber – Siang itu, lalu lintas di Jalan Raja Isa, Batam Center, kembali menjadi sorotan.
Deretan sepeda motor yang selama ini memenuhi bahu jalan tak hanya mencuri ruang publik, tetapi juga memantik keluhan yang terus berulang.
Di balik hiruk-pikuk tersebut, sebuah langkah penting akhirnya lahir dari ruang rapat.
Di gedung DPRD Kota Batam, Komisi III menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) untuk membedah persoalan yang selama ini dianggap sepele, namun berdampak besar: parkir karyawan PT Panasonic Industrial Devices Batam.
Dipimpin oleh Suryanto bersama Ketua Komisi III Muhammad Rudi dan Wakil Ketua Arlon Veristo, forum itu mempertemukan berbagai pihak dari manajemen perusahaan hingga pemerintah daerah.
Semua duduk bersama, menyatukan pandangan atas persoalan yang selama ini mengganggu ketertiban jalan.
Masalahnya sederhana, namun kompleks dalam dampaknya. Bahu jalan yang semestinya menjadi ruang darurat dan penunjang lalu lintas, berubah fungsi menjadi lahan parkir.
Akibatnya, kemacetan tak terhindarkan, sementara keamanan kendaraan karyawan juga dipertanyakan.
“Ini bukan sekadar soal parkir, tapi soal hak dan tanggung jawab,” tegas Suryanto dalam forum tersebut.
Ia menyoroti pentingnya perusahaan menyediakan fasilitas parkir yang layak, sekaligus peran pemerintah dalam memastikan aturan ditegakkan.
Diskusi pun mengalir. Suara masyarakat, kebutuhan karyawan, hingga tanggung jawab perusahaan menjadi bagian dari pertimbangan.
Hingga akhirnya, sebuah kesepakatan dicapai mulai Kamis (2/4/2026), parkir di bahu jalan tidak lagi diperbolehkan.
Keputusan itu menjadi titik balik. Pihak manajemen bersama Dinas Perhubungan sepakat memindahkan kendaraan ke lokasi parkir yang lebih layak dan tidak mengganggu kepentingan umum.
Lebih dari sekadar solusi teknis, hasil RDPU ini mencerminkan pentingnya kolaborasi.
Bahwa persoalan kota, sekecil apa pun, membutuhkan keterlibatan banyak pihak untuk diselesaikan secara tuntas.
Di luar ruang rapat, masyarakat tentu berharap perubahan ini benar-benar terasa. Jalan yang lebih lancar, ruang publik yang kembali pada fungsinya, dan rasa aman bagi para karyawan menjadi tujuan bersama.
Di Batam Center, kisah tentang parkir ini mungkin tampak sederhana. Namun di dalamnya, tersimpan pelajaran penting: bahwa kota yang tertib lahir dari dialog, komitmen, dan keberanian untuk berubah. (*/bs)


