Ngopi Santai di Penyengat, Gubernur Ansar dan Kadin Kepri Bicara Masa Depan Ekonomi
PENYENGAT – Di tengah semilir angin laut dan nuansa historis Pulau Penyengat, suasana sore itu terasa berbeda.
Bukan sekadar pertemuan formal, melainkan silaturahmi hangat yang penuh makna antara Ansar Ahmad dan rombongan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Kepulauan Riau.
Bertempat di sebuah kedai kopi sederhana di Pulau Penyengat, Sabtu (28/3/2026), obrolan mengalir santai.
Namun di balik cangkir kopi dan tawa ringan, tersimpan diskusi serius tentang arah pembangunan dan potensi ekonomi daerah.
Gubernur Ansar tampak menyambut hangat kedatangan jajaran pengurus Kadin Kepri periode 2026–2030.
Baginya, pertemuan ini bukan sekadar temu kangen, tetapi juga momentum strategis memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha.
“Pulau Penyengat ini bukan hanya warisan sejarah, tapi juga masa depan pariwisata Kepri. Sering-seringlah berkunjung ke sini,” ujarnya sembari tersenyum.
Ia menjelaskan, pembangunan yang terus digencarkan di Pulau Penyengat kini mulai menunjukkan hasil.
Kawasan yang dahulu dikenal sebagai pusat kebudayaan Melayu itu, kini bertransformasi menjadi destinasi wisata unggulan yang kian diminati.
Lebih dari itu, Ansar menegaskan adanya dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Aktivitas wisata yang meningkat turut menggerakkan roda ekonomi lokal—dari pelaku UMKM, transportasi, hingga jasa kuliner.
“Efeknya bukan hanya pada pariwisata, tapi langsung dirasakan masyarakat. Ini yang kita harapkan, pembangunan yang memberi manfaat luas,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Kadin Kepri periode 2026–2030, Mustafa, menyebut pertemuan ini sebagai langkah awal membangun komunikasi yang lebih erat dengan pemerintah daerah.
Ia hadir bersama sejumlah pengurus serta Kepala Dinas Perdagangan Kepri, Riki Rionaldi.
Menurutnya, dalam waktu dekat, Kadin Kepri akan menggelar pelantikan pengurus baru dengan menghadirkan perwakilan Kadin pusat. Kehadiran tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Kadin Kepri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Ini awal yang baik. Kita ingin sinergi yang kuat agar dunia usaha bisa berjalan seiring dengan program pembangunan pemerintah,” ujarnya.
Pertemuan yang berlangsung sederhana namun penuh keakraban itu menjadi gambaran bagaimana komunikasi yang cair dapat melahirkan gagasan besar.
Di Pulau Penyengat, sejarah dan masa depan seolah bertemu—dalam secangkir kopi dan visi bersama membangun Kepulauan Riau yang lebih maju. (bs)



