BATAM

Sinergi Tanpa Sekat, Lebaran Aman: Operasi Ketupat Seligi 2026 Berakhir Kondusif

Sinergi Tanpa Sekat, Lebaran Aman: Operasi Ketupat Seligi 2026 Berakhir Kondusif.f-ist

BATAM, katasiber – Suasana aman dan kondusif selama perayaan Idul Fitri 1447 H di Kepulauan Riau bukanlah hasil kebetulan.

Di balik kelancaran arus mudik dan balik, serta minimnya gangguan keamanan, ada kerja keras dan sinergi lintas sektor yang terbangun solid selama pelaksanaan Operasi Ketupat Seligi 2026.

Operasi yang berlangsung selama 13 hari, sejak 13 hingga 25 Maret 2026 itu resmi berakhir dengan capaian menggembirakan.

Tidak hanya menghadirkan rasa aman bagi masyarakat, tetapi juga menunjukkan peningkatan kinerja yang signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Kapolda Kepri, Asep Safrudin, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat.

Mulai dari unsur Polri, TNI, Dinas Perhubungan, pemerintah daerah, Jasa Raharja, hingga masyarakat luas yang turut menjaga stabilitas keamanan.

“Keberhasilan ini adalah hasil dari sinergi dan kerja keras bersama. Semua pihak berkontribusi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Selama operasi berlangsung, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Kepri terpantau relatif aman dan terkendali.

Tidak ada kejadian menonjol, baik gangguan keamanan maupun kecelakaan lalu lintas di titik-titik prioritas.

Meski demikian, langkah preemtif dan preventif tetap menjadi garda terdepan dalam mengantisipasi potensi gangguan.

Sebanyak 1.450 personel gabungan dikerahkan dan disebar di seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau.

Mereka berjaga di pusat keramaian, jalur mudik, pelabuhan, hingga lokasi wisata, memastikan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan nyaman.
Dari sisi kinerja, terjadi peningkatan yang cukup signifikan.

Tahun ini, Satgas mencatat 7.203 kegiatan—naik 5,25 persen dibanding tahun sebelumnya.

Laporan yang dihasilkan bahkan melampaui target, mencapai 7.114 laporan atau 3,5 persen lebih tinggi dari yang direncanakan.

Tak hanya itu, kegiatan subsatgas juga menunjukkan capaian optimal dengan 2.769 kegiatan yang menjangkau lebih dari 18 ribu masyarakat.

Ini menjadi indikator kuat bahwa kehadiran aparat benar-benar dirasakan langsung oleh publik.

Namun demikian, evaluasi tetap menjadi bagian penting. Kapolda Kepri mengakui masih terdapat gangguan kamtibmas di luar area prioritas operasi, yang dipengaruhi oleh tingkat kesadaran masyarakat terhadap potensi kerawanan di wilayah tertentu.

“Meskipun operasi telah berakhir, kewaspadaan tidak boleh kendor. Seluruh jajaran harus tetap siaga menghadapi berbagai kemungkinan gangguan,” tegasnya.

Sebagai langkah lanjutan, Polda Kepri akan menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada 26 hingga 29 Maret 2026, dengan melibatkan 135 personel. Fokusnya adalah mengantisipasi arus balik serta aktivitas masyarakat pasca libur panjang.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri, Nona Pricillia Ohei, mengingatkan masyarakat untuk tetap proaktif dalam menjaga keamanan lingkungan.

Ia juga mengimbau agar masyarakat memanfaatkan layanan Call Center 110 atau aplikasi Polri Super Apps untuk pengaduan dan bantuan kepolisian.

Di tengah kondisi cuaca panas yang mulai mengarah ke musim kemarau, masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Selain melanggar hukum, tindakan tersebut berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan yang berdampak luas.

Operasi Ketupat Seligi 2026 bukan sekadar agenda rutin tahunan. Ia menjadi bukti bahwa kolaborasi yang kuat antara aparat dan masyarakat mampu menciptakan rasa aman yang nyata.

Lebaran pun berlalu dengan tenang—meninggalkan cerita tentang kerja sama, dedikasi, dan tanggung jawab bersama menjaga negeri. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *