BIOS 44, Kunci Sukses Panen Raya Semangka di Lahan Eks Tambang Dompak

DOMPAK, katasiber – Siapa sangka, hamparan lahan eks tambang biji bauksit yang dulu gersang dan dipandang sebelah mata, kini berubah menjadi ladang hijau penuh harapan.
Di wilayah Dompak, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, para petani tengah menikmati panen raya semangka yang manis—bukan hanya rasanya, tetapi juga hasilnya.
Sejak Selasa hingga Rabu (11/2/2026), panen terus berlangsung. Buah-buah semangka berukuran besar dan seragam terhampar rapi di lahan yang dahulu dianggap tak lagi produktif.
Raut wajah para petani pun dipenuhi rasa syukur dan kebanggaan atas hasil kerja keras mereka.
Kunci keberhasilan itu terletak pada pemanfaatan pupuk hayati BIOS 44, agen hayati berbasis mikroorganisme yang mampu “menghidupkan kembali” tanah marginal, termasuk lahan eks tambang bauksit.
Menghidupkan Tanah, Menumbuhkan Harapan
BIOS 44 dikenal sebagai pupuk hayati cair yang berfungsi memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan, serta mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.
Pupuk ini telah digunakan pada berbagai komoditas—mulai dari padi, jagung, jeruk, cabai, hingga hortikultura—dengan hasil yang konsisten dan memuaskan.
Di Dompak, BIOS 44 membuktikan kemampuannya. Tanah yang sebelumnya keras dan miskin unsur hara kini kembali “bernafas”.
Tanaman semangka tumbuh lebih cepat, batang lebih kokoh, daun lebih hijau, dan buah berkembang lebih besar serta berat.
Tak heran, produksi semangka para petani mengalami peningkatan signifikan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
Bedanya Sangat Terasa
Agus, salah seorang petani semangka di Dompak, mengaku telah dua kali melaksanakan panen raya sejak menggunakan BIOS 44.
Menurutnya, perubahan hasil panen sangat terasa dibandingkan masa sebelumnya.
“Alhamdulillah, sejak pakai BIOS 44, tanaman semangka kami tumbuh subur. Buahnya lebih besar, lebih berat, dan kualitasnya juga jauh lebih bagus,” ujar Agus sambil tersenyum.
Ia menuturkan, sebelum menggunakan BIOS 44 hasil panen memang sudah cukup baik.
Namun setelah pupuk hayati itu diaplikasikan, kondisi tanaman tampak jauh lebih sehat, buah lebih seragam, dan tingkat keberhasilan panen meningkat.
Agus juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) Tanjungpinang, Letjen TNI Kunto Arif Wibowo, beserta istri Mia Kunto, yang telah memperkenalkan BIOS 44 kepada para petani Dompak serta memberikan pembinaan langsung di lahan eks tambang tersebut.
“Terima kasih Pak Jenderal atas perhatiannya kepada kami petani. BIOS 44 sangat membantu meningkatkan produksi semangka kami,” ungkapnya.
Tak Hanya Semangka
Keberhasilan BIOS 44 tak berhenti di semangka. Bohari, petani cabai yang juga mengelola lahan di kawasan eks tambang bauksit Dompak, merasakan manfaat serupa.
Menurutnya, tanaman cabai kini tumbuh lebih subur, sehat, dan relatif tahan dari serangan hama.
“BIOS 44 luar biasa. Cabai jadi sehat, buahnya banyak dan besar, serta jauh dari hama,” kata Bohari.
Dari Tantangan Menjadi Peluang
Kisah sukses para petani Dompak menjadi bukti nyata bahwa lahan eks tambang bukanlah akhir dari segalanya.
Dengan pengelolaan yang tepat, pendampingan, serta dukungan teknologi pertanian seperti pupuk hayati BIOS 44, lahan marginal justru dapat menjadi sumber ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Panen raya semangka di Dompak diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Kepulauan Riau. Bahwa inovasi, kolaborasi, dan kemauan untuk berubah mampu mengubah tantangan menjadi peluang dan tanah gersang pun bisa kembali berbuah manis. (bas)


