Walikota Tanjungpinang Lis Hadiri Pesta Bonataon Naipospos

TANJUNGPINANG – Walikota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah menghadiri Pesta Bonataon (syukuran) Punguan Pomparan Si Raja Naipospos, Boru, Bere/Ibebere Tanjungpinang Kijang Sekitarnya di Gedung Serbaguna HKBP Nommensen Batu 6 Kota Piring, Sabtu (7/2/2026).
Sebelum memasuki gedung, seperti biasanya Lis dengan senyum khasnya menyapa dan menyalami anggota Punguan Naipospos yang sedang berbincang di luar.
Lis hadir sore hari itu ketika Tortor Bere/Ibebere sedang berlangsung. Spontan Lis masuk ke barisan sambil menyawer. Kedatangannya sontak menjadi perhatian saat itu.
Sesekali Lis melempar senyum sambil keliling menyawer anggota punguan yang sedang Manortor (tarian Batak).
Setelah itu Lis diberi kesempatan menyampaikan kata sambutan. Lis mengatakan, dirinya sudah sering menghadiri acara adat Batak sejak tahun 2003 baik itu suka maupun duka.
Adat istiadat semua suku di Tanjungpinang, termasuk Batak selalu terjaga dengan baik. Pemerintah mendukung semua suku agar melestarikan adat itu turun temurun.
Tradisi berbagai suku yang berbeda merupakan keberagaman tersendiri dan modal besar bangsa ini dalam menjaga kerukunan masyarakat.
Disampaikannya juga, dirinya selalu siap menjalin komunikasi dengan seluruh lapisan masyarakat Tanjungpinang. “Berbagai keluhan bapak ibu akan saya tampung, saya siap membantu,” ucapnya.
Dia juga mengatakan, dalam program kerjanya akan membangun Sopo Godang atau kantor bagi rumpun Batak. Tentu harus ada pembahasan khusus bersama para tokoh Batak di kota ini.

Saat itu juga, Lis menyerahkan bantuan dari kantong pribadinya. “Bapak, ibu, jangan dilihat dari jumlahnya. Inilah ikhlas saya membantu punguan ini,” ucapnya.
Robin Simanungkalit, salah satu Penasehat Punguan Pomparan SI Raja Naipospos mengucapkan terimakasih atas kedatangan dan bantuan yang diberikan Lis untuk Paguyuban tersebut.
Setelah itu, Lis kembali menyalami anggota punguan. Banyak yang mengabadikan momen itu. Ya, Lis memang dikenal pemimpin yang selalu dekat dengan masyarakat.
Pengurus sengaja memilih tanggal 7 di bulan itu untuk mengadakan Pesta Bonataon. Sebab, marga keturunan Si Raja Naipospos sendiri ada 7.
Ke-7 marga Naipospos itu adalah Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit dan Situmeang (satu ibu). Kemudian, Lumbanbatu, Banjarnahor serta Lumbangaol.
Sekedar informasi, Si Raja Naipospos memiliki dua istri yang dua-duanya diyakini Boru Pasaribu. Dari istri pertama lahir Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit dan Situmeang.
Dari istri kedua lahir anaknya bernama Marbun. Nah, Marbun ini memiliki tiga anak yakni Lumbanbatu, Banjarnahor serta Lumbangaol. Karena itulah, dari dua istrinya itu menurunkan 7 marga.
Di Kota Tanjungpinang, Naipospos masih menyatu karena jumlahnya belum sebanyak di kota-kota lain. Sehingga masih bisa terakomodir dalam satu wadah organisasi.
Di Batam, ke-7 marga anak Naipospos tersebut sudah membuat Punguan sendiri-sendiri. Namun ikatan kakak beradik itu tidak pernah putus dan itu selalu terjaga terus beberapa abad ini. (Martunas)
Editor : Abas


