Anggota Punguan Naipospos Tanjungpinang Bertambah 16 KK Saat Pesta Bonataon 2026

TANJUNGPINANG – Sebanyak 16 Kepala Keluarga (KK) mendaftar menjadi anggota baru Punguan Pomparan Si Raja Naipospos, Boru, Bere/Ibebere Tanjungpinang Kijang Sekitarnya tahun 2026 ini.
Mereka mendaftar saat Pesta Bonataon (syukuran) Punguan Pomparan Si Raja Naipospos, Boru, Bere/Ibebere Tanjungpinang Kijang Sekitarnya di Gedung Serbaguna HKBP Nommensen Batu 6 Kota Piring, Sabtu (7/2/2026).
Namun yang hadir saat itu memperkenalkan diri hanya 13 KK. Sedangkan 3 KK lainnya sudah mendaftar duluan, namun tak bisa hadir saat pesta karena berbagai kegiatan penting.
Usai perkenalan, mereka pun disahkan menjadi anggota punguan (Paguyuban) oleh para penasehat dan mantan pengurus.
Kepada anggota baru, Robin Simanungkalit, salah satu penasehat Punguan menyampaikan wejangan agar mereka peka dengan berbagai informasi di grup WA serta diharapkan kehadirannya di berbagai kegiatan atau pesta.
“Jangan lah hanya mendaftar saja, setelah itu tak pernah muncul. Komunikasilah dengan masing-masing komisaris agar selalu dapat informasi. Karena Punguan (organisasi) kita itu adalah milik bersama. Dari kita, untuk kita, oleh kita,”
“Kemudian, cepatlah berbaur dengan anggota lainnya agar kita makin kompak. Itulah yang kita harapkan, bisa sama-sama menjaga dan memajukan Punguan ini,” ucap Robin berpesan.
Pak Kairos Sinaga/Br.Nababan (Bere) menyampaikan terimakasih karena bisa bergabung dengan punguan dari marga ibunya (Boru Lumbangaol).
“Di hamu seluhutna tulang nami, molo adong ulaonta, paboa hamu tu hami. Sai na uruppan nami do hamu. Tarlumobi molo adong akka sihobasan,” ucapnya.

Ada beberapa KK yang sebelumnya sudah pernah menjadi angota punguan itu. Namun mereka mengundurkan diri beberapa tahun lalu karena pindah tugas ke kota lain.
Kini, mereka kembali ke Tanjungpinang dan mendaftar ulang. Demikian lah aturannya. “Sebenarnya kami ini anggota baru, tapi stok lama,” ujar Simanungkalit, salah satu anggota baru.
Pendaftaran anggota baru dibuka kapan saja. Namun, untuk perkenalan diri keluarga masing-masing baru dilakukan saat Pesta Bonataon sekaligus disahkan menjadi anggota punguan.
Tentu saja, mereka akan mendapatkan hak dan kewajiban yang sama dengan semua anggota lainnya. Hal itu sudah tertuang di Anggaran Dasar Anggaran Rumahtanga (ADRT) punguan.
Di Bonataon kali ini, yang berkotbah adalah Bibelpro Boru Simanungkalit dan liturgis St.R.Pasaribu yang juga Sekretaris Punguan dari Gereja HKBP Nommensen Kota Piring, Batu 6.
Bibelpro dalam kotbahnya mengajak semua anggota punguan agar selalu mendekatkan diri pada Tuhan.
“Jangan minta ini, minta itu pada Tuhan tapi kita malah menjauh. Tetap lah setia dan mendekatkan diri pada Tuhan, maka sukacita kita akan bertambah-tambah,” ucapnya.
Pesta Bonataon ini menjadi momen sendiri di zaman media sosial sekarang ini. Foto-foto dan video pun terunggah di masing-masing medsos.
“Tapi kenapa tak ada spanduk ya? Minimal satu,” ucap seorang pehobi foto-foto ria.
Pertanyaan itu memang hanya di kalangan beberapa orang saja. Namun bisa dijadikan bahan evaluasi atau masukan di pesta Bonataon tahun berikutnya.
Karena zaman jepret sana, jepret sini sudah menjadi kebiasaan dan kebutuhan untuk mengisi ruang medsos mereka. Itu juga bagian kebahagiaan dan kepuasan seseorang.
Sekedar informasi tambahan, pomparan (Anak) Si Raja Naipospos menurunkan 7 marga yakni Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang, Lumanbatu, Banjarnahor dan Lumbangaol.
Bonataon itu dibuka dengan kebaktian, kata sambutan ketua punguan, makan bersama, tortor pengurus, perkenalan dan pengesahan anggota baru, tortor (namardongan tubu) hula-hula, tortor boru, tortor bere/ibebere, tortor anak-anak, hiburan dan doa penutup. (Martunas)
Editor : Abas


