BATAM

Lampaui Target Investasi 2025, Pemko Batam Borong Dua Penghargaan dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi

Lampaui Target Investasi 2025, Pemko Batam Borong Dua Penghargaan dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi.f-ist

JAKARTA, katasiber – Lampu-lampu kristal Hotel Marriott Batam menyala terang, Kamis malam (29/1/2026).

Di hadapan pelaku usaha, pemangku kepentingan, dan pejabat nasional, Kota Batam kembali menegaskan posisinya sebagai mesin pertumbuhan investasi nasional.

Pada ajang Batam Investment Gala 2026, Pemerintah Kota Batam memborong dua penghargaan bergengsi dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Penghargaan tersebut masing-masing adalah Capaian Realisasi Investasi Melampaui Target Tahun 2025 dan Anugerah Pengembangan Iklim Investasi Tahun 2025.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todo Tua Pasaribu, kepada Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra.

Tepuk tangan hadirin menjadi penanda bahwa capaian ini bukan sekadar angka, melainkan hasil kepercayaan yang tumbuh dari dunia usaha.

Sepanjang 2025, realisasi investasi Batam tercatat mencapai Rp69,3 triliun, melampaui target Indikator Kinerja Utama (IKU) sebesar Rp60 triliun. Artinya, Batam mencatat realisasi 115,5 persen dari target yang ditetapkan.

“Capaian ini adalah buah kerja kolektif. Ada sinergi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan yang terus menjaga iklim investasi tetap kondusif,” ujar Amsakar.

Lebih dari sekadar investasi, Amsakar juga memaparkan kinerja positif indikator makro ekonomi Batam. Hingga triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat 6,89 persen, dan diproyeksikan menembus 7 persen pada laporan akhir yang akan dirilis Februari mendatang.

Di sisi lain, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam turut mengalami peningkatan dari 83,3 menjadi 83,8, sekaligus menempatkan Batam sebagai daerah dengan IPM tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau.

Batam Investment Gala 2026 tidak hanya menjadi panggung apresiasi, tetapi juga momentum penguatan kolaborasi strategis.

Sejumlah nota kesepahaman ditandatangani, di antaranya kerja sama BP Batam dengan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) terkait pemanfaatan produk dan layanan perbankan guna mendukung efisiensi pelayanan publik dan operasional kelembagaan.

Selain itu, Kementerian UMKM, PT BRI, dan BP Batam sepakat memperluas kolaborasi pembiayaan dan investasi bagi pelaku UMKM di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.

Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza mengungkapkan bahwa Batam menjadi daerah dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau. Hingga 2025, total penyaluran KUR di Batam mencapai Rp940 miliar kepada lebih dari 10 ribu pelaku UMKM.

“Kami ingin UMKM Batam naik kelas dan masuk dalam rantai pasok industri besar melalui dukungan akses permodalan yang lebih luas,” kata Helvi.

Apresiasi juga datang dari Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todo Tua Pasaribu. Ia menyebut Batam sebagai kota dengan daya saing global yang sangat kuat.

“Jika dibandingkan dengan kota otonom lainnya, Batam berada di posisi teratas. Nilai investasi Rp69 triliun hampir setara dengan Jakarta Pusat yang merupakan kota administratif,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Todo juga mengumumkan rencana penempatan Desk Investasi dan Pelayanan Perizinan pertama di Indonesia di Batam pada 2026, sebagai implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2025.

Dengan capaian investasi yang melampaui target, sinergi lintas sektor yang semakin kuat, serta kepercayaan investor yang terus tumbuh, Batam kian menegaskan diri bukan hanya sebagai kawasan industri, tetapi episentrum investasi masa depan Indonesia. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *