GAYA HIDUPTANJUNGPINANG

Belajar Bertani Sejak Dini, Siswa SDIT Tunas Ilmu Menyapa Kebun Ketahanan Pangan di Dompak

Belajar Bertani Sejak Dini, Siswa SDIT Tunas Ilmu Menyapa Kebun Ketahanan Pangan di Dompak.f-katasiber

TANJUNGPINANG – Pagi itu, kebun ketahanan pangan Kogabwilhan I di Dompak terasa berbeda.

Bukan hanya suara angin dan gemericik air penyiraman, tetapi juga tawa dan langkah-langkah kecil yang penuh rasa ingin tahu..

Sebanyak 108 siswa kelas III dan IV SDIT Tunas Ilmu Tanjungpinang turun langsung ke lahan pertanian, Selasa (27/1/2026), untuk belajar mengenal dunia tani dari dekat.

Mengenakan seragam merah putih, satu per satu siswa turun dari angkutan kota dan langsung diarahkan menuju kebun.

Bagi sebagian besar dari mereka, ini adalah pengalaman pertama melihat bagaimana tanaman cabai, kacang tanah, dan komoditas lainnya ditanam dan dirawat.

SDIT Tunas Ilmu sendiri merupakan sekolah Islam terpadu yang berlokasi di Jalan Karya, Batu Sembilan, Tanjungpinang Timur.

Kunjungan ini menjadi bagian dari pembelajaran luar kelas, mengenalkan siswa pada pentingnya pertanian dan ketahanan pangan sejak usia dini.

Di lokasi, para siswa disambut oleh dua petani milenial, Fajar dan Luki, yang dengan sabar menjelaskan proses bertani.

Mulai dari cara menanam, merawat tanaman, hingga memperkenalkan sistem penyiraman modern.

Anak-anak tampak antusias ketika mengetahui air untuk menyiram tanaman dialirkan dari kolam penampungan dan didistribusikan menggunakan mesin.

“Wah, ternyata nyiram tanaman pakai mesin,” celetuk salah satu siswa, disambut anggukan kagum teman-temannya.

Ketua kelompok tani sebenarnya telah dijadwalkan menyambut rombongan. Namun karena bersamaan menghadiri Musrenbang di Dompak, tugas pendampingan diserahkan kepada para petani muda tersebut.

Meski begitu, suasana belajar tetap berlangsung hangat dan interaktif.
Lahan pertanian ketahanan pangan Kogabwilhan I ini sendiri kini tak hanya berfungsi sebagai area produksi pangan. Dalam beberapa waktu terakhir, kawasan tersebut berkembang menjadi agrowisata edukatif, bahkan kerap dijadikan lokasi perkemahan dan kunjungan pembelajaran.

Sehari sebelumnya, kawasan ini juga dikunjungi sejumlah kepala daerah sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan.

Bagi para siswa, kunjungan ini bukan sekadar jalan-jalan. Mereka belajar bahwa pangan tidak serta-merta hadir di meja makan, tetapi melalui proses panjang yang membutuhkan kerja keras dan kesabaran.

Di Dompak, di antara barisan tanaman hijau, benih-benih pengetahuan itu ditanam.

Siapa tahu, dari langkah kecil para siswa hari ini, kelak tumbuh generasi yang mencintai pertanian dan peduli pada ketahanan pangan negeri. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *