BATAM

Dari Dojo ke Panggung Prestasi: Walikota Amsakar dan Harapan Besar untuk Karate Kepri

Dari Dojo ke Panggung Prestasi: Walikota Amsakar dan Harapan Besar untuk Karate Kepri.-fist

BATAM, katasiber – Malam itu, Aula Kantor Wali Kota Batam tak sekadar dipenuhi tepuk tangan. Ia juga sarat harapan.

Harapan akan disiplin yang dirawat, mimpi yang ditempa, dan prestasi yang lahir dari keringat panjang para atlet karate Kepulauan Riau.

Dalam balutan acara The Night Champions Inkanas Kepri Award 2026, Minggu (25/1/2026), Wali Kota Batam Amsakar Achmad hadir bukan hanya sebagai kepala daerah, tetapi sebagai saksi dari sebuah proses panjang bernama pembinaan.

Di hadapan para atlet, pelatih, dan pengurus Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) Kepri, Amsakar menyampaikan apresiasi yang tulus.

Baginya, prestasi bukanlah hasil kebetulan, melainkan buah dari organisasi yang tertata, latihan yang konsisten, dan komitmen yang tak mudah goyah.

“Prestasi tidak lahir dalam semalam. Ia dibangun dari disiplin, ketekunan, dan manajemen organisasi yang rapi. Inkanas Kepri menunjukkan itu,” ujar Amsakar.

Malam penganugerahan ini turut dihadiri Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Kepri Kompol Maslan Sirait, Ketua Majelis Sabuk Hitam Inkanas Kepri Senpai Rene Alfons, jajaran OPD Kota Batam, serta para atlet yang telah mengharumkan nama daerah di berbagai kejuaraan.

Target Lebih Tinggi, Mental Lebih Kuat
Menatap agenda nasional seperti Piala Polda dan Piala Polri di Kalimantan, Amsakar mengajak seluruh kontingen Kepri untuk berani bermimpi lebih besar. Peringkat ke-11 nasional yang pernah diraih bukanlah batas akhir.

“Dengan kekompakan dan pola pembinaan seperti sekarang, masuk lima besar nasional itu sangat mungkin. Tinggal menjaga konsistensi dan semangat juang,” katanya optimistis.

Namun bagi Amsakar, karate bukan hanya soal podium dan medali. Lebih dari itu, ia adalah ruang pembentukan karakter.

Nilai sportivitas, etika, dan jiwa kesatria menjadi bekal penting yang dibawa atlet, bukan hanya di arena pertandingan, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.

“Bertandinglah dengan keras, tapi bersahabatlah setelahnya. Itulah esensi karate,” pesannya.

Prestasi Olahraga dan Optimisme Kota
Di sela-sela apresiasi untuk dunia olahraga, Amsakar juga menyentuh hal yang lebih luas: masa depan Batam. Ia mengajak masyarakat untuk tidak larut dalam narasi negatif yang kerap beredar, terutama di media sosial.

Menurutnya, kemajuan daerah hanya bisa dicapai melalui kolaborasi, bukan saling menyalahkan.

Ia pun memaparkan capaian kinerja Pemerintah Kota Batam dalam 11 bulan terakhir. Indikator makro menunjukkan tren menggembirakan—IPM meningkat, angka kemiskinan menurun, dan realisasi investasi 2024 mencapai 115,5 persen dari target.

Meski demikian, Amsakar tak menutup mata terhadap pekerjaan rumah yang masih menanti: persoalan air bersih, pengelolaan sampah, dan banjir.

“Capaian ini membesarkan hati, tapi tantangan tetap ada. Pemerintah berkomitmen terus membenahi agar Batam makin maju dan berdaya saing,” tutupnya.

Malam itu, lampu aula mungkin akan padam. Namun semangat para karateka Kepri yang ditempa dari dojo hingga panggung nasional—tampaknya justru kian menyala. Dan dari sanalah, harapan besar itu kembali dimulai. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *