Bocah Cilik di Bawah 5 Tahun Khatam Al-Qur’an, TPQ Namirah Cahaya Garden Batam Ukir Prestasi di Imtihan ke-5

BATAM, katasiber – Di usia ketika sebagian besar anak masih sibuk bermain, empat bocah cilik santri TPQ Namirah Cahaya Garden Bengkong justru telah menuntaskan satu tahap penting dalam perjalanan Qur’ani mereka.
Dengan penuh rasa syukur, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Namirah Cahaya Garden Batam sukses menggelar Khataman dan Imtihan Angkatan ke-5 bagi santri usia di bawah lima tahun, Minggu (25/1/2026), di area parkir Masjid Namirah Cahaya Garden.
Suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti rangkaian acara yang berlangsung khidmat sekaligus meriah tersebut.
Kegiatan diawali dengan pawai santri dan wali santri, diiringi lantunan hadroh dan sholawat Nabi Muhammad SAW yang dibimbing Ustadzah Siti Rohana. Sholawat menggema, menjadi doa agar kegiatan ini mendapat ridho Allah SWT dan kelak mengantarkan para santri meraih syafaat Rasulullah SAW.
Sebelum pawai dimulai, tawasul dan doa dipimpin Ustadz Khafidil Ulum dengan mengirimkan Surah Al-Fatihah kepada pendiri metode Qiro’ati.
Momentum ini menjadi pengingat bahwa pencapaian para santri kecil tersebut lahir dari mata rantai keilmuan yang panjang dan penuh keberkahan.
Pada Imtihan Angkatan ke-5 ini, empat santri bocah cilik dinyatakan lulus setelah melewati tahapan ujian yang ketat.
Mereka resmi menerima ijazah sebagai bukti kelulusan, sekaligus mendapat penghargaan khusus dari Pengurus TPQ Namirah dan Korcab Qiro’ati Cabang Batam sebagai bentuk apresiasi dan motivasi agar terus berprestasi di jenjang berikutnya.
Proses Imtihan dipimpin langsung oleh Ustadzah Siti Rohana dengan pendekatan komunikatif dan penuh kelembutan. Para santri diuji secara terbuka, melibatkan tamu undangan serta pengurus Qiro’ati se-Kota Batam, untuk memastikan kelayakan dan kualitas bacaan sesuai standar metode Qiro’ati.
TPQ Namirah Cahaya Garden saat ini dikenal sebagai satu-satunya TPQ di Kecamatan Bengkong yang menerapkan metode Qiro’ati secara konsisten.
Metode karya KH Dahlan Salim Zarkasyi dari Semarang ini menekankan pembelajaran membaca dan menulis Al-Qur’an secara tartil dengan kaidah tajwid yang benar.
Selain Imtihan, acara juga dimeriahkan penampilan santri Pra PTPT (Pra Tahfidz) binaan Ustadzah Diah, yang menunjukkan kesinambungan pembinaan Qur’ani sejak usia dini di TPQ Namirah.
Kegiatan ini turut dihadiri Imam Masjid Namirah, Dewan Pembina Yayasan, Pengurus Yayasan, Pengurus DKM, Ketua Korcab Qiro’ati Cabang Batam Ustadz Syafrudin beserta jajaran, Korcam Batam Kota, tokoh masyarakat, Ketua RT/RW 16 Cahaya Garden, para wali santri, serta jamaah Masjid Namirah.
Sekretaris DKM Namirah, Muhammad Parso, menyampaikan bahwa Khataman dan Imtihan ini juga menjadi bentuk laporan hasil belajar santri kepada wali santri.
Ia berharap para santri tumbuh menjadi anak-anak sholeh yang bermanfaat bagi orang tua, agama, dan bangsa.
Dalam sambutannya, Ustadz Khafidil Ulum mengajak wali santri agar anak-anak yang telah khatam melanjutkan pendidikan ke jenjang Pra PTPT dan PTPT.
Ia juga menegaskan komitmen TPQ Namirah untuk menjadikan Khataman dan Imtihan sebagai agenda rutin setiap enam bulan sekali.
Sementara itu, Ketua Korcab Qiro’ati Cabang Batam, Ustadz Syafrudin, menjelaskan bahwa metode Qiro’ati memiliki sanad keilmuan yang jelas hingga Rasulullah SAW.
Ia mendorong orang tua agar membiasakan anak mengaji sejak usia dini, bahkan sejak usia 2,5 tahun, sehingga di usia muda anak-anak berpeluang besar menjadi hafidz Al-Qur’an.
“Kami berharap ke depan TPQ Namirah semakin banyak melahirkan santri khatam dan hafidz Al-Qur’an. Insya Allah, salah satunya kelak akan lahir dari Batam,” ujarnya.
Acara ditutup dengan doa bersama, sesi foto, ramah tamah, dan makan siang yang disiapkan panitia.
Khataman dan Imtihan ke-5 ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bukti nyata bahwa pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini mampu melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlak dan berprestasi. (bs)


