Uncategorized

Dari Zakat ke KemandirianZ-Corner BAZNAS Batam Menyalakan Asa Usaha Mustahik

Dari Zakat ke KemandirianZ-Corner BAZNAS Batam Menyalakan Asa Usaha Mustahik.f-ist

BATAM, katasiber – Suasana Masjid Al Ihsan, Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Jumat (23/1/2026) pagi itu terasa berbeda.

Bukan hanya lantunan doa yang menggema, tetapi juga harapan baru yang tumbuh dari wajah-wajah para mustahik. Di tempat sederhana itu, Z-Corner BAZNAS Kota Batam resmi diluncurkan—menjadi titik awal perjalanan menuju kemandirian ekonomi.

Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, yang mewakili Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, meresmikan Z-Corner sekaligus menyerahkan bantuan usaha kepada 11 mustahik.

Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp73,5 juta, berupa modal dan peralatan usaha yang dirancang untuk benar-benar bisa digunakan, bukan sekadar simbol.

Bagi para penerima manfaat, bantuan tersebut bukan hanya angka. Ia menjelma harapan: harapan untuk memperbesar usaha kecil, menopang ekonomi keluarga, dan perlahan keluar dari lingkaran keterbatasan.

Program Z-Corner yang digagas BAZNAS Kota Batam memang lahir dari semangat mengubah paradigma. Dari bantuan konsumtif yang habis dalam waktu singkat, menjadi program produktif yang memberi dampak jangka panjang.

Di hadapan pimpinan BAZNAS, tokoh masyarakat, dan para penerima manfaat, Firmansyah menyampaikan apresiasi atas peran BAZNAS yang dinilai konsisten mengelola zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan berorientasi pada pemberdayaan.

“Pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari pemerataan kesejahteraan,” ujar Firmansyah. “Z-Corner adalah contoh nyata bagaimana zakat bisa menjadi alat pemberdayaan yang berkelanjutan.”

Ia menegaskan, bantuan yang disalurkan melalui Z-Corner harus dipandang sebagai investasi sosial. Investasi yang hasilnya bukan hanya keuntungan materi, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Ini bukan sekadar bantuan. Harapannya, mustahik yang menerima hari ini kelak bisa berdiri mandiri, bahkan berkontribusi terhadap perekonomian daerah,” tambahnya.

Lebih jauh, Firmansyah menekankan pentingnya kolaborasi. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan masyarakat merupakan fondasi utama dalam upaya menekan angka kemiskinan dan memperkuat ekonomi kerakyatan.

“Kolaborasi ini yang akan membawa pembangunan Batam menjadi lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Peresmian Z-Corner di Bengkong hari itu bukan sekadar agenda seremonial. Ia menjadi penanda bahwa zakat, ketika dikelola dengan visi dan komitmen, mampu mengubah nasib. Dari masjid kecil di sudut kota, harapan itu kini tumbuh pelan tapi pasti menuju Batam yang lebih sejahtera. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *