TANJUNGPINANG

Ekspor Kepri Januari-November 2025 Capai Rp376 Triliun

Pelabuhan Batuampar yang dikelola Badan Pengusahaan Batam salah satu pelabuhan ekspor impor terbesar di Kepri. f-ist

TANJUNGPINANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri mencatat nilai kumulatif ekspor Kepri sepanjang Januari-November 2025 (11 bulan) mencapai mencapai US$22.123,76 juta atau sekitar Rp376 triliun dengan kurs Rp17.000/US$ per tanggal, Rabu (21/01/2026) hari ini.

Nilai ini cukup membanggakan di tengah kondisi global. Sebab, jumlah ini naik 17,83 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.

Tahun 2024, nilai kumulatif ekspor Kepri Januari-November sekitar US$18.775,21 juta atau setara Rp319,2 triliun.

Selama Januari-November 2025, Singapura menjadi negara tujuan ekspor terbesar hingga
mencapai US$6.123,02 juta dengan peranannya sebesar 27,68 persen.
„
BPS Kepri juga mencatat, Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor nonmigas terbesar pada Januari-November 2025 mencapai US$5.398,52 juta dengan peranannya sekitar 28,45 persen.

Singapura menjadi negara tujuan ekspor migas terbesar pada Januari-November 2025
yang mencapai US$2.198,69 juta dengan peranannya sebesar 69,81 persen.
„
Nilai ekspor Provinsi Kepulauan Riau Januari-November 2025 terbesar adalah melalui Pelabuhan Batu Ampar US$13.067,21 juta; diikuti Pelabuhan Sekupang US$2.616,01
juta; Pelabuhan Tanjung Balai Karimun US$1.661,35 juta.

Pelabuhan Kabil/Panau US$1.394,11 juta; dan Pelabuhan Kijang US$1.081,01 juta. Peranan kelima Pelabuhan tersebut terhadap ekspor Januari-November 2025 mencapai 89,59 persen.
„
Volume ekspor Provinsi Kepulauan Riau Januari-November 2025 terbesar adalah melalui Pelabuhan Tanjung Balai Karimun 10.585,84 ribu ton; diikuti Pelabuhan Kijang 2.303,50 ribu ton.

Pelabuhan Batu Ampar 1.855,45 ribu ton; Pelabuhan Tarempa 1.826,59 ribu ton; dan Pelabuhan Belakang Padang 1.351,21 ribu ton. Peranan kelima Pelabuhan tersebut
terhadap volume ekspor Januari-November 2025 mencapai 86,94 persen.

Peningkatan ekspor Januari-November 2025 dibanding periode tahun lalu disebabkan oleh meningkatnya ekspor nonmigas 21,37 persen dari US$15.633,61 juta menjadi US$18.974,33 juta.

Peningkatan ini juga terjadi pada ekspor sektor migas yang naik sebesar 0,25 persen dari US$3.141,60 juta menjadi US$3.149,43 juta.*

Editor : Martunas

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *