TANJUNGPINANG

Ketika Kepedulian Menjadi Akses, Lis Apresiasi Angkasa Pura untuk Difabel dan Pelajar Tanjungpinang

Ketika Kepedulian Menjadi Akses, Lis Apresiasi Angkasa Pura untuk Difabel dan Pelajar Tanjungpinang.f-ist

TANJUNGPINANG – Suasana Aula Dinas Sosial Kota Tanjungpinang, Senin (19/1/2026), terasa berbeda dari biasanya.

Bukan sekadar seremoni penyerahan bantuan, pagi itu menjadi ruang harapan bagi mereka yang selama ini berjalan dengan keterbatasan.

Di barisan depan, para pelajar, guru Sekolah Luar Biasa, dan penerima manfaat duduk penuh antusias.

Tatapan mata mereka berbinar ketika satu per satu bantuan diserahkan. Di antara mereka, ada yang selama ini kesulitan membaca, ada pula yang terbatas bergerak.

Hari itu, kepedulian datang mengetuk pintu kehidupan mereka.
Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH, hadir langsung menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF) melalui program Injourney Airports Ramah Difabel.

Bantuan tersebut disalurkan kepada pelajar, lembaga pendidikan, serta penyandang disabilitas, termasuk SLB Negeri 1 Kota Tanjungpinang, sebagai bentuk nyata dukungan terhadap akses pendidikan dan mobilitas masyarakat.

Dalam sambutannya, Lis menyampaikan apresiasi mendalam kepada PT Angkasa Pura Indonesia atas kepedulian yang dinilainya sangat menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Bantuan ini sangat berarti karena diberikan secara langsung dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Lis.

Ia menegaskan, pemerintah memiliki keterbatasan dalam menjangkau seluruh kebutuhan sosial warga. Karena itu, sinergi dengan dunia usaha melalui program CSR menjadi bagian penting dalam melengkapi program pemerintah.

“Pemerintah belum mampu menjangkau seluruh kebutuhan sosial masyarakat. Maka kolaborasi seperti ini sangat kami harapkan. Bantuan dari PT Angkasa Pura Indonesia membantu Pemko Tanjungpinang memberi perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Internasional RHF, Mohamad Setiadi Dermawan, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen perusahaan untuk membangun bandara yang ramah difabel, sekaligus peduli terhadap lingkungan sosial sekitar.

“Kami berharap bantuan ini memberi manfaat nyata, khususnya untuk menunjang aktivitas belajar dan meningkatkan kualitas hidup penerima,” ujarnya.

Tak hanya alat bantu pendidikan, Angkasa Pura juga menyerahkan empat unit kaki palsu bagi penerima manfaat yang membutuhkan alat bantu mobilitas. Bagi mereka, bantuan ini bukan sekadar barang, melainkan pintu menuju kemandirian.

Adapun bantuan pendidikan yang disalurkan meliputi 74 unit kacamata baca untuk pelajar SD. SLB Negeri 1 Tanjungpinang menerima 450 buku braille, terdiri dari 32 Al-Qur’an braille, 168 buku pelajaran SD dan SMP, 196 buku cerita dan dongeng, serta 54 kamus bahasa Inggris braille.

Buku-buku itu bukan hanya kumpulan huruf timbul, melainkan jembatan ilmu bagi para siswa tunanetra untuk terus bermimpi dan belajar setara dengan yang lain.

Hari itu, di Aula Dinas Sosial, kepedulian tak lagi sekadar kata. Ia menjelma menjadi kacamata untuk membaca masa depan, buku braille untuk menulis harapan, dan kaki palsu untuk melangkah lebih jauh.

Dari sebuah program CSR, lahir pesan kuat: pembangunan bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang memanusiakan manusia. (*/mas)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *