BATAM

Dari Galangan ke Laut Lepas, Hengky Suryawan: Momen Bersejarah Peluncuran FLF Permata Borneo 1 Pertama di Indonesia

Dari Galangan ke Laut Lepas, Hengky Suryawan: Momen Bersejarah Peluncuran FLF Permata Borneo 1 Pertama di Indonesia.f-katasiber.

BATAM, katasiber – Deru mesin perlahan mereda di area galangan PT Bahtera Bahari Shipyard di Telaga Punggur, Batam, Senin (19/1/2026).

Pagi itu, suasana terasa berbeda. Di antara baja, crane raksasa, dan pekerja berseragam keselamatan, berdiri sebuah kapal megah yang siap menorehkan sejarah baru.

Namanya FLF Permata Borneo 1.
Dengan panjang 400 kaki, lebar 94 kaki, dan tinggi 27 kaki, kapal Hull 659 itu menjulang gagah di hadapan tamu undangan.

Di tepi dermaga, para pekerja menyaksikan dengan mata berbinar. Bagi mereka, FLF Permata Borneo 1 bukan hanya kapal, melainkan karya kebanggaan.

Badannya yang kokoh memantulkan cahaya matahari, seolah menandai akhir dari sebuah proses panjang dan awal dari pengabdian di laut lepas.

Ia menjadi puncak dari kerja keras dengan jumlah pekerja di PT BBS mencapai 1.800 tangan terampil, insinyur, teknisi, hingga pekerja galangan yang berbulan-bulan merakit baja demi baja, baut demi baut, hingga terbentuklah sebuah kapal raksasa berstandar industri migas.

Launching ceremony yang digelar PT Bahtera Bahari Shipyard bukan sekadar seremoni. Dihadiri Kepala BP Batam sekaligus Walikota Batam Amsakar Ahmad, dan para petinggi FKPD.

Kapal ini 100 persen dibuat putra putri terbaik anak negeri. FLF Permata Borneo 1.

Hengky Suryawan, komisaris PT Bahtera Bahari Shipyard, menjelaskan
Kapal ini dengan panjang 400 kaki, lebar 94 kaki, dan tinggi 27 kaki, kapal Hull 659, merupakan pertama kalinya dibuat di Indonesia.

Kapal ini banyak dibuat di Jepang dan Tiongkok. Tapi, di Indonesia ini yang pertama di buat di Indonesia. Bahkan dibuat putra putri bangsa ini. Semuanya, baik desainya, dibuat asli putra terbaik bangsa kita.

“Saya bangga bisa mempersembahkan kapal ini, pertama kalinya di Indonesia dan dibuat langsung oleh putra terbaik tanah air,” ujar Hengky Suryawan.

Kepala BP Batam, sekaligus Walikota Batam Amsakar Ahmad, bangga karena kapal ini pertama kalinya dibuat di Indonesia dari Batam. Meskipun ada 7 kapal jenis model begitu yang sudah beroperasi di Indonesia, tapi rata rata di buat luar negari.

“Tapi, kapal ini pertama kalinya dibuat di Indonesia dan istimewanya dibuat di Batam, saya bangga sama Pak Hengky Suryawan,” bebernya.

Kapal jenis Floating Living Facility (FLF) ini dirancang sebagai fasilitas hunian terapung bagi pekerja sektor energi di tengah laut.

Di atas gelombang, ia kelak menjadi “rumah kedua” bagi para pekerja, tempat beristirahat setelah berjibaku dengan kerasnya dunia offshore.

Peluncuran kapal ini menandai kemampuan industri perkapalan nasional untuk membangun unit berskala besar dengan teknologi tinggi.

Dari galangan dalam negeri, lahir kapal yang siap beroperasi di medan berat perairan internasional.

Prosesi peluncuran berlangsung khidmat. Ketika badan kapal mulai bergerak perlahan menuju air, tepuk tangan pecah di sepanjang dermaga.

Momen itu menjadi simbol bahwa sebuah karya anak bangsa resmi dilepas untuk menjalankan misinya.

Bagi PT Bahtera Bahari Shipyard, FLF Permata Borneo 1 adalah bukti komitmen dalam mendukung kemandirian industri maritim nasional. Galangan bukan hanya tempat membangun kapal, tetapi ruang lahirnya kepercayaan diri bangsa di sektor kemaritiman.

Dari darat, kapal itu kini bersiap mengarungi samudra.

FLF Permata Borneo 1 bukan sekadar baja dan mesin. Ia adalah hasil ketekunan, keahlian, dan mimpi besar agar Indonesia terus berdiri tegak sebagai negara maritim yang disegani.

Hari itu, di galangan kapal, sejarah kecil ditulis. Dan dari dermaga PT Bahtera Bahari Shipyard, sebuah raksasa laut resmi memulai perjalanannya. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *