BINTAN

Dua SPPG Baru Beroperasi di Bintan Timur, Harapan Gizi Sehat Tumbuh dari Dapur Desa

Dua SPPG Baru Beroperasi di Bintan Timur, Harapan Gizi Sehat Tumbuh dari Dapur Desa.f-ist/batampos

BINTAN, katasiber – Aroma masakan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kampung Jati Kijang Kota pagi itu terasa berbeda.

Sejak Senin (12/1/2026), dapur sederhana ini tak lagi sekadar ruang memasak, melainkan titik awal perjalanan ribuan porsi makan bergizi gratis untuk anak-anak Bintan Timur.

Dua SPPG baru di Kecamatan Bintan Timur—masing-masing berlokasi di Kilometer 20 Gunung Lengkuas dan Kampung Jati Kijang Kota—resmi beroperasi dan mulai menyalurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kehadiran dua unit ini menambah jumlah SPPG aktif di daratan Bintan menjadi 11 unit dari total target 22 SPPG.

Peresmian operasional dilakukan langsung oleh Bupati Bintan, Roby Kurniawan, Rabu (14/1/2026).

Dalam kesempatan itu, Roby menegaskan bahwa keberhasilan program MBG bukan hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas dan kebersihan.

“Dapur harus bersih, makanan harus higienis. Kita ingin memastikan gizi yang diberikan benar-benar bermanfaat bagi anak-anak kita,” ujar Roby di hadapan para pengelola SPPG, dilansr batampos.

Di SPPG Kampung Jati Kijang Kota, denyut program MBG mulai terasa sejak hari pertama. Kepala SPPG, Suci Nursamsi, menyebutkan sebanyak 1.113 penerima manfaat dari tiga sekolah—SMP Negeri 1, RA Istiqomah, dan SD Negeri 017 telah menerima makan bergizi gratis.

Meski terjadi pengurangan delapan penerima manfaat dari SMP Negeri 1, jumlah saat ini tetap mencapai sekitar 1.105 orang, termasuk siswa dan guru.

Distribusi awal diprioritaskan ke sekolah-sekolah terdekat dari dapur.
“Kami menyuplai sekolah yang paling dekat dulu agar distribusi berjalan lancar,” kata Suci.

Ke depan, dapur ini diproyeksikan melayani hingga 2.978 penerima manfaat.

Tak hanya siswa, sasaran juga mencakup ibu menyusui dan balita. Angka itu bahkan masih berpotensi bertambah seiring perluasan layanan.

Sementara itu, di Km 20 Gunung Lengkuas, SPPG yang dipimpin Prayogo juga bergerak cepat.

Pada tahap awal, sebanyak 1.322 penerima manfaat dari SMP Negeri 3 dan SD Negeri 011 telah menerima MBG.
Target berikutnya lebih ambisius.

Dalam sepekan ke depan, Prayogo menargetkan layanan menjangkau sekitar 2.700 penerima manfaat dari 16 sekolah.

“Kami masih di tahap penyesuaian, terutama soal pemesanan bahan baku. Kebutuhan cukup tinggi dan kadang datang mendadak,” ujar Prayogo.

Meski demikian, ia memastikan perbaikan sistem terus dilakukan agar pasokan makanan tetap terjaga dan kualitas gizi tidak menurun.

Tak berhenti di daratan, Pemerintah Kabupaten Bintan juga bersiap memperluas jangkauan MBG ke wilayah kepulauan.

Roby Kurniawan menyebutkan pembangunan sembilan SPPG di pulau-pulau akan segera dimulai.

“Kita akan dorong SPPG di pulau-pulau agar bisa segera beroperasi. Anak-anak di pulau juga berhak mendapatkan asupan gizi yang sama,” tegasnya.

Di balik panci besar dan jadwal distribusi yang ketat, SPPG bukan sekadar dapur produksi.

Ia menjadi simbol kehadiran negara dalam memastikan generasi muda tumbuh sehat dan siap belajar.
Dari Bintan Timur, harapan itu kini mulai berangkat setiap pagi, bersama nasi hangat dan lauk bergizi, menuju meja-meja belajar anak-anak Bintan. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *