BINTAN

Pencarian Dihentikan, Penantian di Berakit Belum Usai

Pencarian Dihentikan, Penantian di Berakit Belum Usai.f-suaraserumpun.

BINTAN, katasiber – Pukul 10.00 WIB, Senin (12/1/2026), keputusan berat itu akhirnya diambil.

Setelah tujuh hari menyisir laut dan pesisir, Tim SAR Gabungan menghentikan pencarian terhadap Top (50), nelayan Kampung Panglong, Desa Berakit, yang hilang saat melaut.

Bagi prosedur, pencarian memang memiliki batas waktu. Namun bagi keluarga dan warga Berakit, harapan tidak pernah mengenal hitungan hari.

Top dilaporkan hilang sejak Senin (5/1/2026) pekan lalu. Ia pergi seperti biasa, mencari ketam bakau di perairan sekitar kampungnya.

Laut yang sehari-hari menjadi sumber penghidupan, berubah menjadi ruang sunyi yang menyimpan tanda tanya.

Selama sepekan penuh, laut Berakit hingga perairan Desa Pengudang disisir. Basarnas Tanjungpinang, Satpolairud Polres Bintan, TNI AL, Tagana, BPBD Bintan, serta warga turun bersama. Perairan dibelah, hutan bakau ditelusuri, harapan disimpan di setiap sudut ombak.

“Sekitar pukul 10.00 WIB pagi tadi, pencarian terhadap Top dihentikan. Karena sudah tujuh hari pencarian dilakukan dan belum ditemukan,” ujar Kapolsubsektor Teluk Sebong Polsek Bintan Utara, Iptu Muslimin, dikutip suaraserumpun.

Keputusan itu diambil sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Tujuh hari pencarian tanpa tanda-tanda keberadaan korban menjadi batas yang harus dihormati oleh tim penyelamat. Albar, personel Kantor SAR Tanjungpinang, membenarkan hal tersebut.

“Iya, ketentuannya begitu. Setelah tujuh hari dan tidak ditemukan, pencarian dihentikan,” katanya singkat.

Meski operasi resmi berakhir, cerita di Berakit belum usai. Warga dan keluarga Top memilih melanjutkan pencarian secara mandiri.

Dengan perahu kecil dan keyakinan yang tersisa, mereka masih menyusuri perairan yang sama berpegang pada satu keyakinan sederhana: selama belum ditemukan, harapan masih ada.

“Mereka beranggapan masih bisa ditemukan. Jadi pencarian tetap dilakukan,” ujar Iptu Muslimin.

Di tengah upaya itu, peringatan cuaca terus disampaikan. Angin kencang dan ombak kuat masih mengintai pesisir. Laut yang keras tak hanya menyimpan harapan, tetapi juga risiko.

Sekretaris BPBD Bintan, Agus Ariyadi, menegaskan penghentian pencarian sudah sesuai SOP.

Namun ia membuka kemungkinan pencarian kembali dilakukan jika muncul informasi baru.

Di Desa Berakit, laut kembali beriak seperti biasa. Tapi bagi keluarga Top, setiap ombak membawa rasa cemas.

Tujuh hari pencarian mungkin telah ditutup secara resmi, namun penantian mereka masih terbuka menunggu kabar, menunggu tanda, menunggu kepastian dari laut yang selama ini memberi hidup. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *