Dari Batu Aji untuk Gizi Anak Negeri: Dapur SPPG Pira Jaya Resmi Beroperasi

BATAM, katasiber – Di sebuah kawasan padat penduduk di Batu Aji, Kota Batam, pita merah itu terpotong perlahan.
Tepuk tangan pun mengiringi. Jumat siang (9/1/2026) menjadi penanda dimulainya sebuah ikhtiar besar: beroperasinya Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Pira Jaya Kepri.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, didaulat langsung untuk meresmikan dapur yang digadang-gadang menjadi salah satu ujung tombak percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Kepri. Bukan sekadar seremonial, peresmian ini menyimpan pesan kuat tentang masa depan sumber daya manusia Kepri.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Yayasan Pira Jaya Kepri atas partisipasi aktif dan strategisnya dalam mendukung terciptanya sumber daya manusia yang unggul di Kepulauan Riau,” ujar Nyanyang dalam sambutannya.
Di balik dapur sederhana itu, tersimpan harapan besar.
SPPG bukan hanya tempat memasak, melainkan simpul distribusi gizi yang akan memastikan anak-anak Kepri—dari perkotaan hingga pulau terluar—mendapatkan asupan makanan bergizi yang layak..
Nyanyang tak menampik, pekerjaan rumah pemerintah masih panjang. Dari target 253 unit SPPG, Kepri baru memiliki sekitar 127 unit. Artinya, masih ada hampir separuh kebutuhan yang harus dikejar
.
“Kebutuhan SPPG di Kepri masih sekitar 127 unit dari target 253 unit. Kita akan terus mendorong agar jumlah ini segera bertambah, terutama di wilay
ah pulau-pulau terdepan,” tegasnya.
Ia menekankan, keberadaan SPPG sangat krusial dalam menyukseskan Program MBG program unggulan Presiden Prabowo Subianto karena dapur-dapur inilah yang menjadi garda terdepan distribusi makanan bergizi secara merata.
“Kita harapkan SPPG di seluruh Kepri benar-benar mampu menyediakan makanan sesuai tujuan program MBG, yakni membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia, khususnya di Kepulauan Riau,” tambahnya.
Data menunjukkan, dengan capaian sekitar 127 unit SPPG, Provinsi Kepri kini masuk peringkat lima besar nasional dalam implementasi Program MBG. Sebuah prestasi yang patut diapresiasi, namun sekaligus menjadi tantangan agar capaian tersebut tidak berhenti di angka..
Untuk itu, Pemprov Kepri telah mengalokasikan anggaran APBD guna mendukung pembangunan infrastruktur dapur layanan gizi, sekaligus membentuk Satgas MBG di setiap daerah.
Satgas ini bertugas memastikan kualitas makanan, kebersihan dapur, serta ketersediaan pasokan berjalan sesuai standar.
Peresmian dapur SPPG Yayasan Pira Jaya Kepri di Batu Aji menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat mampu melahirkan solusi nyata.
Dari dapur sederhana ini, harapan besar tentang generasi Kepri yang sehat, cerdas, dan berdaya saing mulai dimasak satu porsi gizi, satu masa depan, setiap hari. (bs)


