PWI Tanjungpinang Matangkan Persiapan HPN 2026: Menguatkan Sinergi Pers dan DPRD Lewat Ruang Dialog

TANJUNGPINANG,katasibet – Suasana ruang rapat DPRD Tanjungpinang siang itu terasa hangat.
Bukan karena formalitas agenda kelembagaan, melainkan karena pertemuan yang sarat makna antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tanjungpinang dan para wakil rakyat.
Selasa (6/1/2026), kedua pihak duduk bersama dalam audiensi untuk mematangkan persiapan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.
Di balik meja dan kursi rapat, ada semangat yang menyatu: menghadirkan momentum HPN bukan hanya sebagai seremoni tahunan, tetapi sebagai ruang refleksi, kolaborasi, dan penguatan peran pers di daerah.
Ketua PWI Tanjungpinang, Suhardi, menjelaskan bahwa peringatan HPN tahun ini akan dikemas inklusif dan melibatkan masyarakat luas.
Bukan hanya untuk wartawan, tetapi juga untuk pelajar, komunitas kreatif, hingga warga umum.
Rangkaian kegiatan yang direncanakan antara lain lomba menulis jurnalistik, lomba fotografi, bakti sosial, senam sehat, hingga puncak acara berupa pemberian penghargaan kepada sahabat pers figur atau lembaga yang dinilai memiliki kontribusi dalam mendukung kerja-kerja jurnalistik.
Suhardi menekankan bahwa HPN bukan hanya selebrasi profesi, tetapi juga sarana literasi media.
“Untuk rangkaian kegiatan HPN di Tanjungpinang, rencananya akan dilaksanakan senam sehat di Lapangan Pamedan serta berbagai kegiatan lainnya yang sedang kami persiapkan,” ujarnya.
Sementara secara nasional, pelaksanaan puncak Hari Pers Nasional tahun 2026 akan dipusatkan di Provinsi Banten.
Namun, PWI Tanjungpinang ingin memastikan bahwa gema peringatan HPN tetap terasa kuat di tingkat lokal.
Dukungan datang langsung dari Ketua DPRD Tanjungpinang, Agus Djurianto. Ia menyambut baik inisiatif PWI dan menilai kegiatan HPN memiliki nilai strategis, terutama dalam membangun komunikasi yang sehat antara pers, pemerintah, dan masyarakat.
“Mengingat waktu persiapan yang relatif singkat, kami dari DPRD bersama Wali Kota Tanjungpinang siap mendukung dan mensupport kegiatan HPN ke depan,” ujar Agus.
Menurutnya, pers telah memainkan peran penting dalam menjaga transparansi kebijakan publik sekaligus menjadi jembatan informasi bagi masyarakat.
Apresiasi terhadap profesionalisme wartawan menjadi bagian penting dalam kemitraan yang ingin terus dirawat.
Audiensi ini bukan sekadar rapat teknis persiapan acara.
Di dalamnya tersimpan pesan lebih besar: pentingnya sinergi antara pers dan lembaga legislatif dalam membangun ruang demokrasi yang sehat.
Pers membutuhkan dukungan ekosistem yang kondusif sementara pemerintah daerah membutuhkan peran pers sebagai mitra pengawas sekaligus penguat partisipasi publik.
Di tengah derasnya arus informasi digital, momentum HPN menjadi pengingat bahwa jurnalisme tetap memikul tanggung jawab etika, edukasi, dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat.
Audiensi hari itu pun ditutup dengan optimisme. Bukan hanya untuk keberhasilan pelaksanaan HPN 2026, tetapi juga untuk masa depan kolaborasi antara pers dan pemerintah daerah agar tetap berjalan berimbang, saling menghargai, dan memberi manfaat bagi publik. (bs)


