BATAM

Integritas, Kolaborasi, dan Semangat Baru Batam: Pesan Amsakar di Apel Perdana 2026

Integritas, Kolaborasi, dan Semangat Baru Batam: Pesan Amsakar di Apel Perdana 2026.f-ist

BATAM, katasiber – Udara pagi di Dataran Engku Putri, Batamcentre, terasa sejuk saat deretan aparatur sipil negara membentuk barisan rapi. Senin, 5 Januari 2026, menjadi awal langkah baru bagi jajaran Pemerintah Kota Batam.

Apel perdana tahun ini dipimpin langsung Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra dan Sekda Firmansyah.
Bagi Amsakar, momentum ini bukan sekadar rutinitas tahunan.

Di hadapan ratusan pegawai, ia menegaskan bahwa tahun 2026 harus menjadi tahun pembaruan kerja, penguatan integritas, dan penghapusan ego sektoral di tubuh birokrasi Batam.
Kerja bersama tanpa tepuk dada
Mengawali amanat, Amsakar menyampaikan apresiasi terhadap jajaran teknis mulai dari camat, Dinas Bina Marga, hingga tim lapanganyang selama ini berjibaku mengurai persoalan sampah dan titik banjir.

“Banjir masih menjadi tantangan, tetapi dengan kerja bersama, banyak titik sudah mulai terurai,” ujarnya.

Bagi Amsakar, keberhasilan bukan milik satu dinas, melainkan hasil kolaborasi. Sebaliknya, ego sektoral hanya akan melahirkan sekat dan memperlambat kerja pelayanan publik.

Integritas ASN: Jangan rusak pengabdian karena setitik cela
Nada suara Amsakar berubah lebih tegas saat menyinggung moralitas dan integritas ASN.

Ia tak menutup mata bahwa masih ada kasus yang mencoreng wajah birokrasi pada akhir 2025.

“Jangan sampai pengabdian puluhan tahun rusak karena nilai setitik. Siapa pun yang masih bengkok, luruskan. ASN bukan kelompok elit yang minta dilayani. Kita harus menyatu dengan masyarakat,” tegasnya.

Di era media sosial, katanya, sanksi sosial masyarakat kerap lebih berat dibandingkan sanksi administratif. Karena itu, aparatur dituntut menjadi teladan baik dalam tugas maupun sikap keseharian.

Kinerja nyata, bukan sekadar laporan
Memasuki tahun kerja 2026, Amsakar meminta seluruh OPD meninggalkan pola kerja seremonial dan formalitas. Laporan tebal tanpa substansi, menurutnya, tidak lagi relevan.

“Yang kami perlukan bukan unjuk muka, tetapi kinerja nyata. Jadikan tahun baru ini sebagai semangat untuk memberi yang terbaik bagi daerah,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemko Batam juga memberikan penghargaan bagi ASN Berprestasi, Berakhlak, dan Terdisiplin, termasuk penyematan Satyalancana Karya Satya untuk masa bakti 10, 20, dan 30 tahun simbol pengabdian yang dirawat dengan konsistensi.

Satu tim, satu tujuan untuk Batam
Menutup arahannya, Amsakar kembali menekankan pentingnya kerja terpadu lintas organisasi perangkat daerah.

Tidak boleh ada dinas yang merasa paling dominan. Semua memegang peran, semua memikul tanggung jawab.
Ia juga menginstruksikan percepatan proses tender infrastruktur demi menggerakkan ekonomi daerah, serta percepatan penataan SDM dan manajemen persampahan sebagai agenda prioritas.

“Jaga kekompakan, jaga kebersamaan, dan saling menguatkan demi kemajuan Kota Batam,” pungkasnya.

Apel perdana itu bukan hanya pembuka kalender kerja. Ia menjadi pengingat arah perjalanan Batam: birokrasi yang melayani, bekerja bersama tanpa sekat, dan menjaga integritas sebagai napas pengabdian. (mas)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *