Cuaca Ekstrem, Sembako Terganggu, Gubernur Ansar Ingatkan Kewaspadaan TPID

BATAM, katasiber – Suasana Gedung Graha Kepri di Batam Centre tampak lebih padat dari biasanya, Senin (8/12). Para pimpinan Forkompinda, bupati dan wali kota, hingga jajaran instansi vertikal memenuhi ruang rapat besar itu.
Di tengah kesibukan menjelang akhir tahun, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad memimpin langsung Rapat Koordinasi Forkompinda dan Rakor Pemerintah Daerah se-Kepri untuk memastikan seluruh persiapan menghadapi Natal dan Tahun Baru (Nataru) berjalan tanpa celah.
Didampingi Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura dan Ketua DPRD Kepri Iman Setiawan, Gubernur Ansar membuka rakor dengan pesan tegas: momentum Nataru bukan sekadar perayaan, melainkan ujian kesiapan pemerintah dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat Kepri.
Dalam paparannya, Ansar menekankan bahwa Nataru kerap diikuti lonjakan aktivitas masyarakat, termasuk pergerakan antardaerah dan antarnegara.
Ini membuat Kepri yang berbatasan langsung dengan negara tetangga—memiliki tantangan sendiri dalam menjaga stabilitas.
“Oleh karena itu, kami mengajak semua pemangku kepentingan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Kepri untuk terus bersinergi, guna memastikan rangkaian momen besar akhir tahun berjalan lancar tanpa gangguan berarti,” ujar Ansar.
Rakor kali ini membahas beragam isu strategis, mulai dari keamanan wilayah, kelancaran arus transportasi, distribusi barang kebutuhan pokok, MBG, hingga proyeksi cuaca dari BMKG yang diperkirakan mengalami dinamika signifikan menjelang akhir tahun.
Di antara berbagai isu yang mengemuka, ketersediaan sembako menjadi perhatian khusus. Pasokan dari daerah pemasok seperti Riau, Sumatera Barat, dan Jambi mengalami gangguan akibat banjir dan longsor di beberapa lokasi.
“Ini harus kita antisipasi bersama, termasuk TPID provinsi dan kabupaten/kota dalam mengawasi kebutuhan pokok di lapangan,” tegas Gubernur Ansar.
TPID diminta memperkuat pengawasan harga dan stok, terutama menjelang dua momentum berikutnya yang tak kalah besar: Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H pada Februari 2026. Ansar menyebut, persiapan Nataru dan Ramadan saling berkaitan karena periode keduanya berdekatan.
Rakor berjalan dinamis. Satu per satu instansi terkait menyampaikan kesiapan dan langkah antisipasi. Kepolisian dan TNI menyiapkan pengamanan terpadu, BP Batam dan BP kabupaten/kota mempresentasikan kelancaran distribusi logistik, sementara BMKG memaparkan potensi cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai.
Bagi Ansar, sinergi seperti ini adalah modal utama menjaga kondusivitas daerah.
“Terima kasih atas dukungan semua pihak. Koordinasi yang baik inilah yang membuat pembangunan di Kepri dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti,” ucapnya menutup pertemuan.
Rakor Berskala Besar
Rapat kali ini dihadiri jajaran lengkap pimpinan Forkompinda Kepri, Pj Sekdaprov Kepri Luki Zaiman Prawira, kepala OPD Pemprov Kepri, para bupati dan wali kota se-Kepri, Kepala BP Batam, BP Bintan, BP Karimun, BP Tanjungpinang, Bea dan Cukai, Balai Karantina, Perum Bulog Riau–Kepri, BMKG, hingga BPTD Kelas II Kepri.
Hadirnya seluruh elemen strategis ini menegaskan bahwa kesiapan Kepri menghadapi Nataru dan awal 2026 merupakan agenda prioritas bersama—sebuah upaya kolektif untuk menyambut masyarakat yang akan merayakan akhir tahun dengan rasa aman, nyaman, dan penuh harapan. (bs)


