Minggu, April 21, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Peluang PAD Bertambah, Sekda Tinjau Proyek Pembangunan Kawasan Industri Tanjungsauh Ngenang

Peluang PAD Bertambah, Sekda Tinjau Proyek Pembangunan Kawasan Industri Tanjungsauh Ngenang.f-ist

BATAM – Pemko Batam terus memberikan kemudahan bagi investor untuk menanamkan modalnya di Kota Batam. Pemko juga terus berupaya agar kawasan industri di Batam terus bertambah. Kini, kawasan industri Tanjungsauh Ngenang, ditinjau lansung Sekda Kota Batam, Jefridin.

Terkait usulan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Proyek Strategis Nasional Permenko Ekonomi No.21 Tahun 2022 tentang Pembangunan dan Pengelolaan Kawasan Industri Tanjungsauh Ngenang Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, M. Pd. Kunjungan Lapangan KEK Tanjungsauh, di Pulau Tanjungsauh, Kelurahan Ngenang, Kecamatan Nongsa.

Pada kunjungan lapangan tersebut Jefridin bersama dengan Asisten II Pemprov Kepri, Syamsul Bahrum melihat langsung posisi landing point yang akan dibangun sebagai Pelabuhan Peti Kemas untuk komoditas curah (padat dan cair) break bulk dan container, logistik dan distribusi, serta pengembangan energi. Untuk mengcover jalur keluar masuk barang dari Batam ke Pelabuhan Tanjungsaung dan Bintan.

“PT Batamraya Sukses Perkasa sebagai pengusul dapat ditetapkan sebagai Badan usaha Pembangunan dan Pengelola KEK Tanjungsauh, disampaikan sejauh ini mereka telah mempekerjakan sebanyak 28 tenaga kerja dari warga setempat,” katanya.

Nantinya KEK Tanjungsauh ini diperkirakan akan menyerap tenaga kerja hingga tahun 2053 sebanyak 209.193 pekerja langsung dan 156.894 pekerja tidak langsung. Dengan nilai investasi sebesar Rp 199,6 triliun.

“Warga setempat juga saat ini tengah proses relokasi ke Pulau Ngenang secara bertahap. Saat ini sudah direlokasi ke 10 Unit rumah siap huni di Pulau Ngenang dan akan dibangun sebanyak 158 unit rumah di lahan seluas 7 hektar,” ujar Jefridin.

Dilokasi relokasi sendiri telah tersedia listrik, air bersih, sekolah, dan rumah dengan status hak milik. Jefridin berharap pembangunan ini dapat mengoptimalkan peluang ekonomi di Pulau terluar strategis.

“Semoga dengan ini dapat membantu kemajuan dan roda perputaran perekonomian masyarakat setempat menjadi lebih sejahtera,” katanya.

Adapun rencana bisnis Usulan KEK Tanjungsauh sendiri akan melakukan produksi dan pengolahan terkait industri komponen elektronik, industri perakitan dan industri berat. Serta akan melakukan pengembangan energi PLTU dengan kapasitas 4×100 MW dan solar panel. Dan memberikan dampak ke PDRB daerah (Provinsi Kepri Rp 166,81 triliun) selama 30 tahun. (*)

Editor: abas

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Articles

zile libere 2024
never single again
Bir Türk kızı amını parmaklıyor
disabled love
trio di teen nude si masturba
ممارسة الجنس مع فتاة مسلمة
pussy piss spy cam