Rabu, Februari 21, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Fanatik Jadi Moderat, Semeja Meski Beda Pilihan

Tiga paslon Presiden dan Wakil Presiden saat deklarasi Pemilu Damai 2024 di Jakarta. f-tangkapan layar

 

Situasi Aman Jelang Pemilu 2024

PEMBICARAAN dua orang ini merupakan refleksi situasi saat Pemilu 2019 lalu. Kala itu, Rizal vs Moan dua fanatik habis-habisan. Rizal pendukung Joko Widodo – Ma’ruf Amin, Moan pendukung Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Dari kisah mereka, dua-duanya sebelumnya kawan akrab. Namun karena beda pilihan, dua orang ini sempat bermusuhan. Puncaknya saat Rizal hendak melayangkan bogem mentah yang mengarah ke wajah Moan.

Beruntung Moan memiliki jurus sakti yakni langkah seribu. Dia kabur. Sejak saat itu, hubungan mereka buyar selama satu setengah tahun. Keduanya kini sudah berteman kembali.

Rizal orangnya tempramen. Gampang tersinggung. Kala itu, Moan mengungkapkan kekurangan Jokowi. Rizal tak terima dan langsung berusaha menghajarnya. Moan kabur.

“Tapi itu dulu,” kata Moan yang duduk bersampingan usai olahraga di jalan Bandara RHF Tanjungpinang.

Saat itu, cerita Rizal, bukan cuma mereka yang berseteru hebat karena fanatik terhadap pilihannya masing-masing. Bahkan, satu keluarga bisa diam-diaman karena beda pilihan.

“Adekku aja sempat diam berapa bulan. Dia sama dengan orang ini (Moan), aku Jokowi,” katanya sambil tertawa.

Mereka berdua sempat menceritakan kenapa jadi begitu fanatik pada pilihannya. Banyak informasi berseliweran di media sosial yang mengangkat kebaikan satu calon dan memburuk-burukkan calon lain.

Lama kelamaan, mereka terikat emosi karena informasi itu. Sehingga melekat hingga akhirnya jadi fanatik. Setiap kali mereka bertemu, selalu membahas jagoannya masing-masing.

Awal-awalnya masih nyaman akan perbedaan itu. Lama kelamaan, keduanya makin memanas hingga sampai pada puncaknya.

Saat ditanya bagaimana dengan saat ini apakah mereka beda pilihan. Keduanya mengaku masih beda pilihan. Apakah mereka masih ribut? Tidak. Lalu, kenapa bisa berubah tidak lagi fanatik. Kisah mereka ada di bawah.

Pengalaman 20 Tahun Gelar Pemilu

Pemilihan Pertama

Mari kita flashback ke tahun 2004. Inilah sejarah awal rakyat Indonesia yang memilih secara langsung Presiden dan Wakil Presiden.

UU No.23 Tahun 2003 Tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden diterapkan setelah disahkan pemerintah dan DPR tahun sebelumnya.

Ada beberapa poin penting dalam undang-undang ini yakni, pemilihan presiden dan wakil presiden dilakukan langsung masyarakat Indonesia, tidak lagi dipilih dalam sidang istimewa MPR. Masa jabatan presiden pun dibatasi paling lama 2 periode atau 10 tahun.

Sedangkan sebelum-sebelumnya, Presiden dan Wakil Presiden dipilih MPR yang juga unsur DPR. Terakhir yang dipilih oleh MPR adalah Presiden RI Abdurahman Wahid alias Gusdur tahun 1999.

Saat itu Gusdur melawan Megawati Soekarno Putri. Gusdur menang. Pada pemilihan Wakil Presiden, Megawati unggul dari Hamzah Haz. Megawati pun jadi Wakil Presiden.

Sekitar dua tahun kemudian, Gusdur lengser dan Megawati menjadi presiden. Kemudian Hamzah Haz menjadi wakil presiden. Gusdur menjadi presiden ke-4 serta Megawati jadi presiden ke-5 Indonesia.

Undang-Undang Pemilu berubah. Tahun 2004, pemilihan secara langsung diterapkan. Pemilu ini menandai transisi demokrasi yang signifikan setelah sebelumnya didominasi era Orde Baru.

Saat itu dua calon yang maju yakni Megawati Seokarno Putri dengan wakilnya Hasyim Muzadi melawan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Wakilnya Jusuf Kalla (JK) dan dimenangkan kubu SBY-JK. SBY pun menjadi presiden ke-6 Indonesia.

Pemilihan Kedua

Lima tahun kemudian yakni 2009, Pilpres kembali dilakukan. Pesertanya saat itu ada tiga pasang yakni Susilo Bambang Yudhoyono dengan pasangan Boediono, Megawati Soekarnoputri dengan pasangan Prabowo Subianto, dan Jusuf Kalla dengan pasangan Wiranto.

SBY dan Budiono memenangkan hati rakyat. Sehingga SBY menjabat hingga 2014. SBY tidak bisa lagi maju sebagai calon presiden karena sudah dibatasi UU No.23 tahun 2003 tentang Pilpres tersebut.

Pemilihan Ketiga

SBY telah menjabat lima tahun kedua masa kepemimpinannya. Maka, Pilpres kembali dilakukan tahun 2014. Saat itu panggung Pilpres 2014 mempertemukan pasangan calon presiden Jokowi dengan wakil presiden Jusuf Kalla dan pasangan calon presiden Prabowo Subianto dengan wakil presiden Hatta Rajasa.

Pilpres 2014 sendiri dimenangkan oleh pasangan Joko Widodo dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Jokowi pun tercatat sebagai presiden ke-7 Indonesia.

Pemilihan Keempat

Tahun 2019, Pilpres kembali digelar. Kali ini, Jokowi kembali bertemu dengan rivalnya Prabowo Subianto. Saat itu Jokowi berpasangan dengan Ma’ruf Amin dan Prabowo berpasangan dengan Sandiaga Uno.

Jokowi kembali memenangkan hati rakyat sehingga Jokowi memimpin Indonesia selama 5 tahun lagi. Nah, pada saat pemilihan inilah Rizal dan Moan berseteru hebat.

Di tahun ini juga, Pilpres dilakukan bersamaan dengan pemilihan legislatif. Sehingga, kerja KPPS, PPS, PPK, KPU, Bawaslu, Polri, TNI dan stakeholder lainnya begitu berat.

Meski berat, namun KPU telah berpengalaman menjalankan Pemilu serentak. Sehingga evaluasi telah dilakukan dan terus berinovasi agar Pemilu makin baik dan lancar.

Pemilihan Kelima

Masa jabatan Jokowi-Ma’ruf Amin berakhir tahun 2024 ini. Karena itu, pencoblosan presiden akan dilakukan tanggal 14 Februari 2024 atau tinggal 4 hari lagi.

Pada Pemilu tahun 2024 ini, ada tiga pasang calon yang maju yakni pasangan Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar, pasangan Prabowo – Gibran Rakabuming, serta pasangan Ganjar Prabowo – Mahfud MD.

Jika ditanya ke masing-masing pendukung, tentu mereka memastikan kemenangan pasti di tangan jagoannya. Kepastiannya adalah usai penghitungan suara nanti.

 

Negarawan atau Moderat, Macam Itulah

Kembali pada dua orang bersahabat itu Rizal dan Moan, pengetahuan mereka tentang sejarah pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung cukup mumpuni.

Mereka bahkan masih ingat pasangan siapa saja yang maju saat Pilpres sebelum-sebelumnya. Itu karena mereka mengikutinya setiap kali Pilpres dilakukan.

Dan pengalaman Pilpres tahun 2019 membuat mereka sadar dengan bergabungnya rival berat Jokowi yakni Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di jajaran kabinet. Dua-duanya menjadi menteri.

Menurut Moan, baik Jokowi, Prabowo dan Sandiaga Uno merupakan negarawan. Tokoh-tokoh besar yang mementingkan bangsa ini dari pada melanjutkan perseteruan mereka.

Meski Jokowi menjadi penguasa, bukan berarti dia membenci saingannya. Tidak ada dendam. Malah diajak bergabung menjalankan roda pemerintahan.

Prabowo dan Sandiaga juga negarawan sejati. Mereka melupakan perseteruan saat di Pilpres dan turut membantu Jokowi membangun Indonesia.

Karena tujuan mereka pun maju di Pilpres, sama-sama ingin menjadikan Indonesia negara yang aman, nyaman, dan makin maju.

Niat inilah yang mereka satukan hingga akhirnya pemerintahan makin kuat dan pembangunan menggeliat. Indonesia juga berhasil keluar dari pandemi dan pelan-pelan memulihkan perekonomian yang sempat nyungsep hingga minus.

“Berarti Bang Rizal dan Bang Moan mirip-mirip mereka lah ya bang?

“Berat juga itu. Tapi hampir mirip. Macam gitulah,” ujar Moan dan keduanya tertawa terbahak-bahak.

Kata Rizal, dirinya bisa sesat jika hanya melihat seseorang dari kekurangannya. Tidak ada juga gunanya. Tiru sisi positifnya saja. Seperti yang dilakukan Jokowi-Prabowo dan Sandiaga.

Mereka juga mengatakan, jika saat ini tiga pasang Capres-Cawapres seolah-olah memanas, namun itu tidak akan berlangsung lama. Sebab, itu bersifat sementara saja untuk merebut hati masyarakat.

“Pengalaman lah yang dulu. Mana tahu kita mereka itu cipika cipiki (cium pipi kanan, cium pipi kiri) saat bertemu, sementara kita malah musuhan sama teman,”

“Rupanya besok, yang kalah malah jadi menteri juga. Orang udah jadi menteri, kita malas nak ke kedai kopi,” jelas Rizal seraya menambahkan jika ke kedai kopi bisa berdebat lagi dengan pendukung yang lain.

Kondisi sekarang ini, mereka bisa sangat nyaman saat pergi ke kedai kopi mana pun. Riak-riak perseteruan tidak begitu kental. Artinya, situasi saat ini memang nyaman. Inilah yang diharapkan kita semua.

 

Media Massa Penetralisir Hoaks

Saat Pilpres 2014 lalu, media sosial (Medsos) begitu booming. Masyarakat yang memiliki rasa penasaran tinggi, pun mulai berselanjar di media sosial.

Sehingga saat Pilpres 2014, istilah Cebong dan Kadrun begitu cepatnya meluas. Cebong lebih dialamatkan pada pendukung Jokowi dan Kadrun dialamatkan pada pendukung Prabowo.

Namun, sikap negarawan dan moderat yang ditunjukkan Jokowi, Prabowo dan Sandiaga Uno usai Pilpres perlahan mengikis kata-kata itu.

Di media sosial ini banyak akun-akun yang tidak diketahui identitasnya membuat informasi berupa foto, video yang memburuk-burukkan calon tertentu dan mengabarkan semua kelebihan calon dukungannya.

Meski semua calon telah diharuskan mendaftarkan akun medsosnya ke KPU, tetap saja ada di luar tim yang membuat akun baru yang merugikan calon lain dan menguntungkan calon pilihannya. Ini mungkin ulah fanatisme atau orang tak bertanggungjawab.

Karena itulah, KPU, polisi, Bawaslu dan seluruh stakeholder selalu melakukan kerja sama yang baik dengan media massa agar turut membantu menangkal berita-berita hoaks.

Bahkan Komisioner KPU Provinsi Kepri, Fery Manalu mengatakan, pers merupakan mitra yang sangat strategis KPU dalam menyukseskan Pemilu Damai 2024.

“Melalui media massa, informasi yang penting bisa tersampaikan dengan cepat dan akurat serta beritanya bisa dipertanggungjawab kan karena merupakan perusahaan media yang berbadan hukum resmi,” ucap Feri.

Dengan puluhan ribu media online, koran harian, radio, televisi, majalah saat ini di Indonesia dan ratusan ada di Tanjungpinang, Provinsi Kepri, berita-berita hoaks bisa ditangkal dengan cepat. Sehingga masyarakat tidak sempat terpancing yang jika dibiarkan bisa fatal.

Melalui banyaknya kanal berita, pesan-pesan yang disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menghilangkan istilah cebong, kampret, dan kadrun cepat tersampaikan ke masyarakat.

Kapolri menginginkan masyarakat tetap kondusif selama Pemilu 2024 ini. Salah satunya dengan menghilangkan sebutan-sebutan tersebut.

Dan kini memang mereda meski data pengguna internet di Indonesia tahun 2024 ini sekitar 221 juta. Istilah itu nyaris lenyap. Tahun 2014, istilah itu sangat booming meski pengguna internet saat itu sekitar 84 juta saja.

Polri, insan pers, KPU, parpol dan stakeholder lainnya sama-sama sadar bahwa Pemilu damai merupakan tanggung jawab bersama.

 

Warga Nyaman dengan Program Ngobrol Bareng dan Jumat Curhat

 

Kapolres Tanjungpinang Kombes Pol H Ompusunggu berbincang dengan masyarakat usai menggelar Ngobrol Bareng di wilayah Kecamatan Tanjungpinang Timur. f-humas polres Tanjungpinang
Kapolres Tanjungpinang Kombes Pol H Ompusunggu berbincang dengan masyarakat usai menggelar Ngobrol Bareng di wilayah Kecamatan Tanjungpinang Timur. f-humas polres Tanjungpinang

Polres Tanjungpinang sendiri menjalankan dua program untuk mendekatkan diri ke masyarakat yakni ‘Ngobrol Bareng’ dan ‘Jumat Curhat’.

Masyarakat tidak deg-degan lagi saat berpapasan dengan polisi saat ini. Karena tampang sangar telah berubah menjadi lembut, humanis dan humoris.

Pendekatan yang humanis dikedepankan polisi. Sehingga polisi dan masyarakat benar-benar bersahabat. Tujuan Polri semakin dekat dengan masyarakat terwujud.

Karena Polri merupakan pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Sebagai pengayom Polri senantiasa mengutamakan tindakan yang bersifat persuasif dan edukatif.

Tindakan yang cepat atas pengaduan masyarakat membuat memberi kenyamanan. Contoh nyatanya saat jajaran Polres Tanjungpinang menggelar Jumat Curhat dan Ngobrol Bareng serta mendapat pengaduan akan banyaknya knalpot brong, polisi langsung bertindak.

Jajaran Polres Tanjungpinang menyambangi sejumlah sekolah dan membongkar knalpot brong milik siswa.

Adi, seorang warga mengatakan, awalnya sudah pesimis pengaduan itu akan ditindaklanjuti. Ternyata dia membaca di beberapa media online, banyak knalpot brong yang telah dicopot Satlantas Polres Tanjungpinang.

“Memang polisi sekarang agak beda. Kalau dulu kita takut, sekarang malah segan. Kapolresnya aja enak didengar kalau ngomong,” ucapnya baru-baru ini seraya mengaku menjadi pendengar yang baik saat Polres melakukan Ngobrol Bareng di Batu 8.

Mungkin yang dimaksud pria itu adalah ketika Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol. H. Ompusunggu, S.I.K., M.Si. terlihat humoris dan juga humanis dalam kegiatan ngobrol bareng dan pembagian tali asih bersama masyarakat Kecamatan Tanjungpinang Timur, bertempat di Caffe Qozy, Jl. Raja Haji Fisabilillah, KM 8 atas, Kelurahan Batu IX, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, pada hari Rabu (31/01/2024).

Saat itu Kapolres mengajak masyarakat agar menyampaikan uneg-unegnya terkait dengan keamanan dan kenyaman. Pertemuan saat itu mengalir santai saat polisi menjemput aspirasi masyarakat.

Kapolres juga meminta masyarakat agar jangan takut melihat polisi. “Padahal Polisi juga manusia ya kan, engga makan orang kok,” ujar Kapolresta saat itu dengan senyum tawa yang membuat warga ikut tertawa.

Dengan kedekatan polisi terhadap masyarakat, maka pesan-pesan Pemilu damai pun mudah tersampaikan. Pada setiap kesempatan pertemuan dengan masyarakat, warga terus diajak untuk sama-sama menjaga Pemilu 2024 berjalan dengan aman, tenang dan damai.

Sejauh ini, Polresta Tanjungpinang masih menerima pengaduan normatif selama pertemuan beberapa kali dengan masyarakat. Belum ada pengaduan krusial yang bisa mengganggu kedamaian Pemilu 2024 ini.

Deklarasi Kampanye Damai

Deklarasi kampanye Pemilu Damai di Tanjungpinang. f-ist

Agar masyarakat terutama pendukung tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden tidak melakukan perbuatan anarkis, maka telah dideklarasikan Pemilu Damai 2024.

Itu dilakukan sebelum memasuki tahap kampanye. KPU RI menggelar kegiatan Deklarasi Kampanye Pemilu Damai Tahun 2024 di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat. Deklarasi ini dihadiri tiga pasangan calon (paslon) Pilpres 2024.

Kegiatan Deklarasi Kampanye Pemilu Damai Tahun 2024 yang dihadiri oleh peserta Pemilu dan stakeholder ini juga dihadiri oleh KPU Provinsi se-Indonesia, termasuk KPU Provinsi Kepri.

Di Provinsi Kepri, deklarasi Pemilu Damai 2024 dilakukan di Batam pada Oktober 2023 lalu. Seluruh partai politik dan peserta pemilu di Provinsi Kepri menyatakan deklarasi bersama untuk mewujudkan pemilu 2024 yang aman dan damai.

Deklarasi pemilu damai ini berlangsung seiring dengan terlaksananya gelar Pasukan Operasi Mantap Brata 2023-2024 yang digelar Polda Kepri.

Deklarasi Pemilu damai ditandai dengan penandatanganan serta pembacaan ikrar politik yang dipimpin Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri, Datok Sri Setia Utama Abdul Razak.

Deklarasi kampanye Pemilu damai ini merupakan komitmen bersama untuk menjaga dan menciptakan suasana yang tenang tanpa adanya gangguan berarti dalam Pemilu 2024 nanti.

Penjabat (Pj) Wali Kota Tanjungpinang, Hasan, S.Sos menghadiri kegiatan sosialisasi kampanye Pemilihan Umum tahun 2024, yang dilaksanakan KPU Kota Tanjungpinang di Pelataran Tugu Sirih Gurindam 12, Minggu (3/12/2023).

Hasan dalam sambutannya mengapresiasi KPU dan Bawaslu Kota Tanjungpinang atas kolaborasi menyelenggarakan sosialisasi kampanye jelang Pemilu.

“Atas nama Pemerintah Kota Tanjungpinang turut berterimakasih atas terlaksananya kegiatan hari ini dengan mensosialisasikan kepada anggota partai politik dan masyarakat terkait Pemilu demi terlaksananya Pemilu yang aman dan gembira dengan mematuhi aturan yang ada, serta bersatu untuk mewujudkan Pemilu damai dan demokrasi,” pesannya.

 

Cooling System, Gandeng Banyak Pihak

Pemilu 2024 diyakini akan berimbas pada keamanan dan ketertiban masyarakat meski di Kota Tanjungpinang hal itu jarang terjadi. Namun tetap harus diwaspadai dan diantisipasi.

Cooling System bisa diartikan kesiap siagaan Polri dalam menjaga dan mencegah potensi gangguan kamtibmas dengan melibatkan seluruh komponen bangsa sehingga kamtibmas terjaga dan terkendali.

Kapolres Tanjungpinang Kombes Pol Heribertus Ompusunggu mengatakan, dalam menghadapi Pemilu 2024, Kepolisian RI menggelar Operasi Nusantara dengan Sandi “Operasi Mantap Brata 2023-2024”.

Untuk menjalankan operasi pengamanan Pemilu 2024 ini, Polresta Tanjungpinang menurunkan 339 personil ditambah 160 anggota TNI dan satuan lainnya.

Polresta Tanjungpinang juga didukung Polda Kepri dalam operasi Mantap Brata 2024 ini demi mengantisipasi dan mewaspadai segala gangguan Pemilu 2024 di Tanjungpinang.

Dalam upaya pembinaan, monitoring, pengawasan, Polresta Tanjungpinang menjalankan program Kapolri yaitu Cooling System apalagi ini merupakan atensi khusus.

Polres Tanjungpinang menggandeng banyak pihak dan tokoh masyarakat serta insan pers.
Kerja sama tersebut bertujuan untuk mengingatkan bahwa politik harus terhindar dari hoaks dan politik hitam.

Jajaran Polresta Tanjungpinang mengutamakan Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) dengan mengoptimalkan patroli yang menargetkan kejahatan konvensional. Bahkan patroli hingga ke pemukiman penduduk.

Petugas Polres Tanjungpinang responsif dan cepat dalam menanggapi laporan serta aduan yang meresahkan masyarakat seperti yang diterima Bhabinkantibmas maupun saat Jumat Curhat dan Ngobrol Bareng.

Personel juga terus meningkatkan pelayanan praktis kepolisian, seperti Call Center 110, Superapps Presisi, Signal, SKCK Online, SINAR dan lainnya.

 

Masih Aman dan Terkendali

Mantan Ketua KPU Tanjungpinang yang juga pengamat politik di kota ini, Robby Patria mengatakan, sejauh ini Tanjungpinang masih aman dan terkendali.

Ia mengamati, tidak ada gangguan di masyarakat sejak awal hingga empat hari menjelang Pencoblosan. Hal itu tidak lepas dari peran aparat kepolisian yang berkolaborasi dengan TNI dan stakeholder lainnya.

Kemudian, para pengurus partai politik maupun peserta Pemilu juga bersaing dengan sehat dan bermartabat sehingga tidak muncul gesekan-gesekan di masyarakat.

Pria yang sedang mengikuti kuliah program doktor di luar negeri ini menambahkan, sejatinya pesta demokrasi harus berjalan dengan damai.

Sebab itu merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan pesta rakyat tersebut. Sehingga pemilih berbondong-bondong datang ke TPS.

Dosen UMRAH tersebut juga mengatakan, riak-riak dalam Pemilu biasa terjadi. Namun jangan sampai mengganggu apalagi jika menjadi hambatan atau kekhawatiran bagi masyarakat.

“Siapa yang bertanggung jawab dalam pengamanan Pemilu, ya, kita semua. Baik itu Kepolisian, KPU sebagai penyelenggara Bawaslu sebagai Pengawas serta Partai Politik sebagai peserta, demikian juga dengan masyarakat,”

“Komitmen bersama itu harus dipegang teguh. Kalau cinta kota ini, maka, mari bersatu, bersama-sama berkomitmen melaksanakan Pemilu damai,” ajaknya.

Terakhir Robby mengajak pemilih pemuda, pemilih muda agar datang ke TPS. Jangan karena libur justru pergi ke pantai.

Silahkan liburan bersama teman atau keluarga, namun harus ke TPS dulu. Sayang suara itu tidak digunakan. Karena memilih dan dipilih adalah hak sesuai undang-undang.

 

Pengamanan dari Polisi 24 Jam

Polresta Tanjungpinang telah menggandeng banyak pihak untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat tidak terganggu selama Pemilu 2024 ini.

Bahkan, dalam masa minggu tenang ini money politic akan diminimalisir. Sebab, petugas akan gencar melakukan patroli bahkan hingga ke pemukiman penduduk sekaligus mengawasi politik bagi-bagi uang.

Terkait surat suara dan logistik, sangat mustahil bisa diutak-atik. Sebab, kepolisian menjaganya terus menerus.

Ketua KPU Tanjungpinang, Muhammad Faizal mengatakan, polisi menjaga dan mengawal gudang logistik Pemilu di Kota Tanjungpinang selama 24 jam.

Pemeriksaan rutin dilakukan baik secara administrasi, personel, peralatan hingga pemeriksaan lokasi. Bahkan bagian belakang gudang terus dipantau.

Komisioner KPU Kepri Feri Manalu mengatakan, distribusi logistik termasuk surat suara untuk kebutuhan Pemilu 2024 mendapat pengawalan ketat dari kepolisian dari hulu hingga ke hilir.

Brimob bersenjata lengkap melakukan pengawalan saat pengantaran logistik dari perusahaan percetakan ke kapal. Selama di kapal juga dalam pengawasan termasuk jika menggunakan pesawat.

Logistik itu didatangkan dari Jawa. Setelah tiba di bandara atau pelabuhan di Tanjungpinang juga dikawal polisi dalam perjalanannya menuju gudang KPU.

“Gudang itu pun tetap dalam penjagaan polisi. Saat pengantaran ke daerah-daerah pun juga dijaga dan dikawal polisi hingga di sebar ke semua pulau yang memiliki TPS,” jelasnya.

Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang, Muhammad Yusuf mengatakan, sejauh ini dugaan pelanggaran selama kampanye masih minim. Ada satu kejadian dugaan money politic yang masih didalami.

Bawaslu juga terus mengawasi netralitas ASN dan TNI Polri. Mereka melakukan pengawasan hingga ke media sosial dan masih terjaga netralitas mereka.

 

3.679 Polisi Beri Kenyamanan Saat Pencoblosan

Menjalankan cooling system, gencar melakukan Jumat Curhat hingga Ngobrol Bareng cukup berhasil menjadikan Kepri khususnya Tanjungpinang aman selama Pemilu 2024 ini.

Namun untuk hari H pencoblosan maupun penghitungan suara, Polda Kepri tetap menyiapkan 3.679 personel untuk melakukan pengamanan.

Personel ini untuk memastikan proses pencoblosan berjalan dengan baik dan aman serta menjamin agar tidak ada pihak-pihak yang mengintimidasi pemilih.

Jadi, masyarakat diminta tenang. Masyarakat aman selama di TPS. Polisi ini akan siaga dari TPS satu ke TPS lain dan TPS yang dianggap rawan akan mendapat perhatian lebih. Polisi juga sudah memetakan TPS yang dianggap rawan.

Kapolda Kepri, Irjen. Pol. Drs. Yan Fitri Halimansyah, M.H. mengatakan, dalam menghadapi Pemilu serentak yang tinggal 4 hari lagi, pihaknya sudah memperkuat persiapan pengamanan di TPS.

Pemantapan itu dilakukan untuk mengecek kesiapan personel dan kelengkapan perorangan sebelum turun ke lapangan, mengingat betapa penting dan strategisnya Pemilu tahun 2024 ini bagi keberlangsungan kepemimpinan lima tahun ke depan.

“Sebagai penanggung jawab keamanan dalam negeri, Polri berkewajiban untuk mengawal, menjaga dan mengamankan penyelenggaraan Pemilu tahun 2024,” ujar Yan Fitri.

Polda Kepri menjalankan manajemen keamanan yang terpadu dan komprehensif, mengerahkan segala sumber daya yang ada, serta memperkokoh kerja sama sinergitas dengan penyelenggara KPU, BAWASLU, TNI, masyarakat serta mitra keamanan lainnya.

Potensi kerawanan telah dipetakan dan sudah ada upaya antisipasi sejak dini. Maka, pesta demokrasi ini dapat berlangsung aman, jujur, adil serta demokratis.

Personel polisi yang diturunkan untuk pengamanan Pemilu telah ditingkatkan kemampuannya serta memberikan kelengkapan perorangan yang memadai.

Pada Pemilu 2024 ini, Polda Kepri melakukan pengamanan terhadap 5.914 TPS dengan total perlibatan personil Polri sebanyak 3.679 personel.

Sebanyak 911 personel diperbantukan untuk beberapa kabupaten/kota di Kepri yakni, Batak 686 personel, Karimun 150 personel, Lingga 15 personel, Natuna 30 personel dan Anambas 30 personel.

Ketua KPU Provinsi Kepri, Indrawan Susilo Prabowoadi, mengatakan, untuk mendukung kelancaran Pemilu Serentak 2024, total pemilih tetap yang masuk DCT di Kepri 1.501.974 orang yang tersebar di 219 pulau.

Dalam mendistribusikan semua logistik Pemilu, KPU telah kerja sama dengan TNI Polri untuk memastikan pelaksanaan Pemilu berjalan lancar dan terkoordinasi.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad di setiap pertemuan dengan masyarakat selalu menyerukan dan mengajak seluruh eleman masyarakat Kepri untuk berkomitmen menjaga dan memastikan Pemilu tahun 2024 ini berjalan aman damai dan sukses.

Ansar juga menyampaikan hal serupa pada acara Doa dan Silaturahmi Kebangsaan Menuju Pemilu Damai di Provinsi Kepri Tahun 2024 di Balai Kelurahan Penyengat, Kota Tanjungpinang, Jumat (9/2/2024) malam.

Melalui doa bersama dan silaturahmi ini, Gubernur Ansar mengingatkan masyarakat untuk senantiasa dapat menjaga kerukunan dan ketentraman dalam berbagai situasi, salah satunya situasi dalam momentum Pemilu.

Ketua Bawaslu Provinsi Kepri, Zulhadril Putra mengatakan, dalam persiapan Pemilu Serentak 2024, Bawaslu telah melakukan langkah-langkah proaktif untuk mengatasi potensi kerawanan dan mencegah pelanggaran di TPS.

Bawaslu telah melaksanakan penguatan dan pelatihan bagi para pemantau pemilu, memastikan mereka memiliki keterampilan dan pemahaman yang diperlukan.

Presiden RI, Joko Widodo di berbagai kesempatan saat berkunjung ke daerah maupun saat jumpa selalu mengingatkan agar Pemilu 2024 ini jangan sampai menimbulkan perpecahan di tengah-tengah masyarakat.

Semua peserta Pemilu harus bisa meraih kemenangan tanpa menyakiti. Jangan meninggalkan perpecahan di masyarakat.

Jokowi juga meminta agar ASN, TNI Polri tetap menjaga netralitas. Polri dalam melakukan penegakan hukum (represif) agar mengedepankan tindakan preemtif dan preventif.

Presiden juga mengajak mengajak masyarakat Indonesia untuk menghindari hal-hal yang mengganggu stabilitas keamanan, terutama yang dapat berpotensi konflik sosial, sehingga tercipta Pemilu yang aman dan damai.

Kembali ke Rizal dan Moan tadi, pengalaman mereka hendaknya tidak terulang lagi di masyarakat. Jika dulu mereka berseteru, kini mereka bisa duduk tenang satu meja di kedai kopi meski beda pilihan.

Kesadaran itu penting karena fanatik pada seseorang boleh asal tidak dipaksakan menjadi pilihan orang lain yang sudah ada jagoannya. Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda, tetap satu juga.***

Oleh : Reinaldy

Editor : Martunas Situmeang

 

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Articles

zile libere 2024
never single again
Bir Türk kızı amını parmaklıyor
disabled love
trio di teen nude si masturba
ممارسة الجنس مع فتاة مسلمة
pussy piss spy cam