Minggu, Juli 14, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Perayaan Waisak 2567 TB/ 2023 M, Ribuan Masyarakat Tanjungpinang Padati Jalan Merdeka

TANJUNGPINANG – Peringatan Waisak berubah setiap tahun, terkadang pada akhir bulan April atau Juni. Tahun ini, Waisak 2567 BE jatuh pada Minggu (4/6).

Masyarakat Provinsi Kepri khususnya Pulau Bintan tumpah ruah memadati Jalan Merdeka Tanjungpinang di depan Vihara Bahtera Sasana yang dijadikan lokasi perayaan hari raya Tri Suci Waisak 2567 TB/ 2023 M tingkat Provinsi Kepri, Sabtu (3/6/2023).

Perayaan Waisak 2023 digelar oleh Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Provinsi Kepri, Kementerian Agama Provinsi Kepri juga berkolaborasi dengan yayasan keagamaan Buddha yang ada di Pulau Bintan.

Ketua Permabudhi Provinsi Kepri Hengki Suryawan mengatakan kegiatan atau acara ini sudah tiga tahun tidak terlaksana karena adanya wabah Covid-19, namun dengan telah normalnya kondisi saat ini dan tidak ada lagi Covid-19 maka untuk pertama kalinya digelar.

“Luar biasa masyarakat yang hadir sampai meluber keluar tempat yang telah disediakan. Ada kerinduan untuk menggelar acara ini. Kami mohon maaf tidak bisa menampung semua masyarakat yang datang,” ucap Hengky Sabtu (3/6/2023) malam.

Hengky juga menuturkan pada momen Waisak tahun 2023 ini Permabudhi dan sejumlah yayasan keagamaan Buddha lainnya telah melaksanakan kegiatan bakti sosial yang di gelar di Pulau Bintan dan sekitarnya.

“Kita gelar donor darah, pembagian sembako, memberisihkan makam pahlawan dan kegiatan sosial lainnya yang  membantu masyarakat,” ujarnya.

Hengky juga mengajak semua elemen masyarakat untuk menjaga keharmonisan dan kerukunan umat beragama, agar bisa membangun Provinsi Kepri dengan baik dan dapat dirasakan masyarakat.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad tampak antusias berbaur dengan warga Tionghoa menyaksikan Pentas Seni yang mengambil tema “Menjaga Moral, Menjaga Kelurahan Bangsa”. Selain dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan, kegiatan ini juga diselingi dengan pembagian kupon hadiah

Dalam sambutannya, Gubernur Ansar menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Tionghoa atas kontribusinya dalam pembangunan di Kepri.

Walaupun dengan keberagaman suku, adat, budaya dan agama yang ada di Kepulauan Riau, namun masyarakatnya selalu hidup berdampingan, saling menghargai dan menjunjung nilai toleransi.

Termasuk warga Tionghoa yang selalu kompak dan membaur dengan warga lain sehingga pada tahun 2022 Provinsi Kepri memperoleh Indeks Kerukunan Umat Beragama peringkat pertama Nasional dimana Tahun 2022 berada pada angka 85.78.

“Ini adalah modal yang bagus untuk membangun kepri ke depan menjadi lebih baik,” ucapnya.

Kepada masyarakat Tionghoa yang hadir,  Gubernur Ansar juga menyampaikan beberapa program pembangunan untuk mempercantik ibukota Tanjungpinang, diantaranya lanjutan rehabilitasi Jalan Merdeka dan Jalan Bandara, rehabilitasi Gereja Ayam di Jalan Teuku umar dan revitalisasi total akau potong lembu bersama Pemko Tanjungpinang serta lanjutan penanganan di Pulau Penyengat.

Kemudian di tahun 2024, melalui MCC Amerika Serikat, Pemerintah Provinsi Kepri akan mendapatkan bantuan Rp300 miliar untuk integrasi tambahan pelantar 1 dan 2 hingga ke Pelabuhan internasional. Pada tahun ini Gedung LAM bersama etalase Dekranasda juga akan diselesaikan serta melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kepri juga akan mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp646 Milliar guna penanganan jalan di beberapa daerah.

“Dengan berbagai perbaikan yang kita lakukan, saya ingin kita semua bangga memiliki Tanjungpinang sebagai Ibukota Provinsi.  Walaupun APBD kita tidak besar, namun telah banyak yang kita lakukan, dan bersama Walikota Tanjungpinang kita buat ibukota lebih cantik, rapi, dan bersih supaya menjadi salah satu tujuan wisata yang dirindukan banyak orang,” harapnya.

Selain itu, pemerintah  Provinsi Kepulauan Riau, ungkap Gubernur Ansar senantiasa memberikan perhatian terhadap berbagai penguatan keagamaan termasuk agama Buddha, adapun wujud perhatian tersebut diantaranya Bantuan Vihara Se-Kepulauan Riau pada tahun 2022 dengan jumlah anggaran mencapai Rp2,438 Milliar (diantaranya terdapat di vihara Lingga, Bintan, Tanjungpinang dan Batam) dan tahun 2023 jumlah bantuan dana hibah mencapai Rp870 Juta (diantaranya terdapat di vihara Karimun, Lingga, Tanjungpinang dan Anambas).

Turut hadir, Anggota DPD RI Haripinto Tanuwidjaja, Walikota Tanjungpinang Rahmah, Anggota DPRD Kepri Bobby Jayanto, Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Yuniarni Pustoko Weni serta para pimpinan Organisasi Sosial dan Keagamaan Tanjungpinang dan Kepri. (jf)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Articles

zile libere 2024
never single again
Bir Türk kızı amını parmaklıyor
disabled love
trio di teen nude si masturba
ممارسة الجنس مع فتاة مسلمة
pussy piss spy cam