Senin, Februari 6, 2023
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Melalui Presidensi G20 Indonesia, Menkeu Berharap Dunia Dapat Pulih Bersama Dengan Lebih Kuat

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut Presidensi G20 Indonesia mengusung tema recover together recover stronger karena menginginkan seluruh dunia terutama negara-negara berkembang dan negara low income dapat pulih bersama-sama sesudah pandemi dengan lebih kuat. Untuk itu, isu mengenai penanganan pandemi menjadi agenda utama yang akan dibahas antara Menteri Keuangan bersama dengan Menteri Kesehatan.

“Kita akan membahas mengenai bagaimana dunia bisa merespon lebih baik pandemi-pandemi yang kemungkinan akan terjadi di masa yang akan datang. Karena covid ini tidak hanya menjadi pandemi pertama dan terakhir. Kita akan mengantisipasi kalau terjadi pandemi yang sama bagaimana dunia bisa prepare menyiapkan lebih baik dan merespons lebih baik,” ujar Menteri Keuangan dalam sesi wawancara dengan Kumparan, Sabtu (12/11), seperti dilansir kemenkue.org.

Salah satu yang harus dipersiapkan Menurut Menkeu merupakan aspek pembiayaan dari sisi penanganan pandemi. Selain itu juga terdapat masalah tata kelola dan arsitektur kesehatan dunia yang perlu ditingkatkan, terutama mengenai protokol kesehatan.

“Jadi bagaimana negara harus bekerja sama, protokol kesehatannya seperti apa, bagaimana nanti produksi vaksin, bagaimana mendistribusikannya sehingga jangan sampai ada negara yang tertinggal atau tidak bisa menghadapi pandemi yang kemudian menimbulkan risiko kepada seluruh dunia,” ujarnya.

Berdasarkan hasil leaders meeting di Roma tahun lalu, Menkeu menyebut bahwa untuk dunia bisa menangani dan merespon pandemi secara lebih baik diperlukan mobilisasi pendanaan, dimana diperkirakan kebutuhan pendanaannya mencapai USD 10 billion untuk seluruh dunia.

“Nah salah satu strateginya adalah membentuk apa yang disebut financial intermediary fund (FIF) pendanaan yang kemudian berlokasi di Bank Dunia. Namun World Health Organization (WHO) sebagai organisasi kesehatan dunia harus tetap diperkuat,” tegas Menkeu.

Menkeu berharap, melalui forum G20 ini akan dicapai kesepakatan dan komitmen bersama untuk menghadapi risiko-risiko akibat krisis global tersebut, seperti pandemi, geopolitik, climate change, hingga kemungkinan terjadinya inflasi dan resesi.

“Ini akan menjadi tema-tema yang tidak hanya dibahas tapi juga diidentifikasi untuk bisa diatasi. Jadi pertemuan G20 ini sangat-sangat strategis karena para pimpinan negara dari ekonomi 80 persen dunia akan bersepakat untuk bisa mengatasi masalah-masalah yang memang memberikan risiko besar bagi setiap negara,” tutur Menkeu.

Namun, untuk Indonesia khususnya, Menkeu juga berharap momentum pemulihan ekonomi Indonesia harus tetap terjaga dengan tetap mewaspadai ancaman pelemahan ekonomi global di tahun 2023.

“Momentum pemulihan ini terus kita jaga dengan daya beli masyarakat kita perbaiki, bansos yang memang diperuntukkan bagi kelompok menengah bawah kita execute. Kita juga menggunakan APBN sebagai absorpsi shock seperti kenaikan harga minyak dan pangan untuk mengurangi dampak negatifnya ke masyarakat. Nah kalau itu dilakukan, tahun 2023 kita tetap berharap momentum pertumbuhan ekonomi kita masih cukup baik,” tukasnya. (feb/hpy)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Articles