Jumat, Desember 2, 2022
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Apa Benar Lukas Enembe Kerap Main Judi di Singapura Meski Dalam Keadaan Sakit?

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan surat panggilan pemeriksaan terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe sudah diterima oleh Lukas dan tim penasihat hukumnya. KPK meminta Lukas kooperatif menghadiri pemeriksaan.

“Sejauh ini sesuai agenda sebagaimana surat panggilan yang sudah kami kirimkan dan diterima oleh tersangka maupun penasihat hukumnya,” ujar Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (26/9/2022), seperti dilansir liputan6.com.

KPK membenarkan pihaknya melakukan penyidikan dugaan korupsi di Provinsi Papua. Diduga, Gubernur Papua Lukas Enember terjerat sebagai tersangka dalam langkah penyidikan KPK tersebut.

“KPK membenarkan tengah melakukan kegiatan penyidikan di wilayah Provinsi Papua. Kami memastikan bahwa setiap perkara yang naik ke tahap penyidikan, KPK telah memiliki minimal dua alat bukti yang cukup,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (19/9).

Menurut Ali, alat bukti yang dikumpulkan diperoleh dari keterangan saksi, ahli, terdakwa, surat, ataupun petunjuk lainnya sesuai ketentuan hukum acara pidana. KPK pun menegaskan, upaya penyidikan yang menyeret Lukas Enembe murni penegakkan hukum. “Kami tegaskan, KPK tidak ada kepentingan lain selain murni penegakan hukum sebagai tindak lanjut laporan masyarakat,” ungkap Ali.

Kini, muncul kabar Gubernur Papua Lukas Enembe diduga kerap bermain judi di luar negeri. Tim penasihat hukum Lukas, Aloysius Renwarin tak membantah kliennya kerap bolak balik ke luar negeri untuk bermain judi.

“Selama itu di Singapura, beliau (Lukas Enembe) bilang betul. Karena sambil bermain (judi) saja, hiburan,” kata Aloysius di kantor pewakilan Provinsi Papua di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (26/9) seperti dilansir jawaPos.com.

Menurut Aloysius, Lukas Enembe kerap mencari hiburan meski tengah menjalani perawatan di rumah sakit. Namun, Aloysius membantah dugaan kliennya bermain judi kasino menggunakan uang negara hingga miliaran rupiah.

“Ketika dia sakit, dia cari hiburan, dia main judi, apa namanya, game itu, di Singapura. Tetapi bukan berarti dengan uang jumlah besar. Santai-santai ketika dia sakit cari refreshing, gitu,” tegas Aloysius.

Dalam kesempatan yang sama, Stefanus Roy Rening yang juga tim kuasa hukum Lukas Enembe menyatakan, kliennya tidak bisa hadir ke KPK untuk menjalani pemeriksaan. Dia beralasan, Lukas sedang sakit sehingga tidak bisa memberikan penjelasan kepada penyidik KPK.

“Lukas Sakit tidak bisa hadir, referensi kami adalah dokter pribadi beliau yang sudah menyerahkan surat permohonan kepada pimpinan KPK bahwa situasi kondisi dan kesehatan pak Gubernur kurang bagus, apalagi dokter dari Singapura sudah meminta agar pak Gubernur segera ke Singapura untuk mendapatkan pengobatan yang intensif,” ucap Stefanus.

Stefanus mengungkapkan, sejak 2018 Lukas sudah mengalami stroke, hingga kini total empat kali terserang struk. Bahkan, sejak tahun lalu, Lukas sudah mengalami tiga operasi besar di Singapura yaitu operasi jantung, pangkreas dan mata. “Ada gejala sakit ginjal, jantung bocor, tekanan darah tinggi dan diabetes. Tekanan terlalu berat berpotensi menimbulkan struk yang ke lima kali,” demikian Stefanus.

Oleh karena itu, dia meminta Lukas Enembe untuk kooperatif dalam menjalani proses hukum di KPK. Tetapi, KPK belum menjelaskan secara rinci kasus dugaan korupsi yang menjerat Lukas Enembe.

“KPK berharap ke depannya para pihak bersikap koorperatif dalam proses penegakkan hukum ini. Yakni dengan memenuhi panggilan pada proses pemeriksaan,” ungkap Ali. (ks)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Articles