Jumat, Desember 2, 2022
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

THR dan Momen Bangkitnya Ekonomi Indonesia

Oleh : Eko Budi Sutrisno
Kepala Seksi Pencairan Dana dan Manajemen Satker

BULAN Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri menjadi salah satu momentum pertumbuhan konsumsi masyarakat.

Pemerintah perlu menyusun strategi kebijakan melalui pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi karyawan, aparatur negara, dan para pensiunan untuk mendorong konsumsi masyarakat menjelang Idul Fitri sebagai bagian strategi yang utuh untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Kebijakan pemberian THR telah ditampung dalam APBN tahun anggaran 2022, yang penyalurannya dilakukan melalui K/L dengan total anggaran Rp10,3 triliun untuk ASN Pusat, TNI, dan Polri.

Dana Alokasi Umum (DAU) sekitar Rp15 triliun untuk ASN Daerah dan dapat ditambahkan dari APBD tahun 2022 sesuai kemampuan fiskal masing-masing Pemerintah Daerah serta Bendahara Umum Negara sekitar Rp9 trilliun untuk pensiunan.

K/L mengajukan Surat Perintah Membayar (SPM) THR ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) mulai tanggal 18 April 2022 dan dapat dicairkan oleh KPPN sesuai mekanisme pencairan dana APBN.

THR tahun 2022 diberikan kepada seluruh aparatur negara dan pensiunan, yang terdiri dari sekitar 1,8 juta Aparatur Negara Pusat, 3,7 juta Aparatur Negara Daerah, dan 3,3 juta orang pensiunan.

Kita berharap aparatur negara di pusat dan daerah membelanjakan THR tersebut sebagai upaya mendorong perekonomian bergerak lebih cepat.

Jangan sampai THR semua disimpan untuk biaya pendidikan anak, karena pemerintah telah mengalokasikan dan akan memberikan gaji bulan ke-13 sebagai bantuan pendidikan yang akan dilakukan mulai Juli 2022, dengan komponen dan kelompok aparatur penerima yang sama dengan THR.

Selain itu, momentum Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini terjadi pelonggaran mobilitas masyarakat.

Diharapkan ASN langsung membelanjakan uangnya atau memberikan kepada sanak saudara di kampung halaman.

Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan, setidaknya terdapat 5,5 juta ASN dan 3,3 juta pensiunan yang akan menerima THR.

Mengacu kepada data tersebut, apabila setiap ASN dan pensiunan menanggung empat orang anggota keluarga, minimal akan terdapat belanja dari 35,2 juta orang saat periode Lebaran 2022.

Belanja ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Pencairan THR dan gaji ke-13 diharapkan mampu memberikan efek ganda terhadap perekonomian Indonesia. Hal ini mampu menjadi alternatif pendorong konsumsi rumah tangga triwulan II 2022.

Pada tahun 2022 situasi dan penanganan pandemi Covid-19 semakin membaik dan pemulihan ekonomi juga semakin menguat.

Namun, muncul tantangan risiko baru yaitu perang Rusia dan ukraina yang menyebabkan ekonomi dunia berantakan.

Kondisi tersebut berimbas ke Indonesia. Perang Rusia dan Ukraina telah membuat lonjakan harga minyak mentah dunia. Akhirnya, harga sejumlah komoditas juga mengalami lonjakan.

Akibat meroketnya harga-harga barang, sejumlah negara saat ini mengalami tekanan inflasi.

Ukraina sebagai pengekspor sejumlah komoditas seperti gandum tidak bisa melakukan ekspor ke berbagai negara akibat jalur distribusi dikuasai Rusia.

Disisi lain, akibat boikot yang dilakukan sejumlah negara Eropa, Amerika, dan beberapa negara Asia terhadap produk Rusia telah mengakibatkan persoalan serius.

Sejumlah negara harus mencari alternatif negara baru untuk subtitusi produk impor dari Rusia.

Pada saat bersamaan, kenaikan harga-harga komoditas dan energi dipasar global telah memukul daya beli masyarakat.

Tanpa adanya perang Rusia dan Ukraina, harga kebutuhan pokok setiap masuk Ramadan dan menjelang lebaran sudah terbiasa melambung.

Sesungguhnya, tahun 2022 ini adalah momen bangkitnya ekonomi Indonesia. Seiring terkendalinya wabah Covid-19, Indonesia digadang-gadang segera memasuki masa transisi dari pandemi menjadi endemi tahun 2022.

Dalam masa transisi, potensi bangkitnya ekonomi seharusnya sangat besar. Apalagi pada 2021, indikator kebangkitan ekonomi Indonesia juga sangat kentara.

Kebijakan pemberian THR disesuaikan dengan situasi dan upaya penanganan pandemi Covid-19, pemulihan ekonomi, kemampuan keuangan negara, dan perkembangan geopolitik.

Pemberian THR wujud penghargaan atas kontribusi dan pengabdian aparatur negara serta para pensiunan dalam menangani pandemi melalui pelayanan masyarakat dan upaya pemulihan ekonomi nasional.

THR diharapkan mampu mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional dengan menambah daya beli masyarakat.***

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Articles