Jumat, Oktober 7, 2022

Atlet Renang Tanjungpinang Lolos Empat Nomor untuk PON Papua

Sky Leonardo Yeo (16), atlet renang asal Kota Tanjungpinang memperkuat tim Provinsi di multi event Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, Oktober ini, lolos empat nomor.

Pelajar SMK swasta di Kota Tanjungpinang, merupakan raja renang Tanjungpinang, lolos empat nomor yakni di nomor 50 meter, 100 meter dan 200 meter gaya data. Satu lagi nomor lolos adalah nomor 200 meter gaya ganti perorangan.

Pelatih renang Sky Leonardo Yeo, Davit menjelaskan dalam sejarah PON yang telah diikuti oleh Kepri, senior-senior Sky Leonardo Yeo sebelumnya, yang turun di PON, hanya bisa meloloskan satu atau paling banyak dua nomor saja.

Tapi, Sky Leonardo Yeo, peraih medali perak dan perunggu di O2SN tingkat nasional ini, mampu meloloskan empat nomor. Ini merupakan sejarah bagi cabang renang di Kepri.

Untuk mencapai hasil yang maksimal di PON mendatang, meskipun di tengah pandemi, ia tetap latihan rutin sesuai arahan dari pelatih.

“Saat ini tetap latihan setiap hari, setiap sore di kolam renang Dendang Ria Tanjungpinang. Masih melaksanakan Training Centre atau TC mandiri,” ujarnya.

Sambung dia, lawan terberat Sky Leonardo Yeo adalah perenang dari DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur. Mereka merupakan perenang berkelas dunia seperti Olimpiade. Sky Leonardo Yeo merupakan atlet termuda di putra untuk PON nanti, khusus cabang renang.

Pada PON XIX Jawa Barat 2016 allu, provinsi Jawa Barat (Jabar) berhasil keluar sebagai juara umum cabang renang di Pekan Olahraga Nasional XIX 2016. Jabar mengumpulkan total 37 medali di lintasan kolam renang di FPOK UPI Bandung sejak 14-20 September. Sebanyak 17 medali emas, 10 perak dan 10 perunggu

“Mudahan Sky Leonardo Yeo dapatkan hidayat mampu meraih medali dari empat nomor tersebut, meskipun di daerah lainnya, atletnya sejak Januari sudah melaksanakan TC penuh. Di Kepri sendiri, seluruh cabang yang lolos masih memiliki masalah pendanaan,” ujarnya.

Kata dia, dana TC mandiri untuk atlet, sejak Januari 2021 hingga saat ini belum cair. Padahal, atlet membutuhkan gizi yang sehat, untuk tetap rutin dan segar mengikuti latihan rutin.

“Kita di Kepri masih sibuk terkait anggaran. Kalau daerah lainnya, sudah melaksanakan TC penuh. Kita belum tahun kapan dilaksanakan TC penuh oleh KONI Kepri,” ujarnya.

Kata dia, peluang Sky Leonardo Yeo untuk meraih medali cukup terbuka, sebab panitia PON membatasi kuota atlet yang lolos PON. PON sebelum sebelumnya, jumlah kuota atlet yang diberikan mencapai 180 atlet. Kuota sekarang hanya 90 atlet, baik putri maupun putra.

“Kita awalnya ada tiga atlet kita lolos PON, tapi kita hanya dapat satu kuota, maka satu saja atlet yang berlaga di PON nanti. Dari 34 provinsi, hanya 26 provinsi yang mendapatkan kuota,” ujarnya.

Ia berharap agar KONI Kepri mencairkan anggaran pembinaan untuk atlet lolos PON. Supaya atlet tetap semangat latihan dan bisa mencapai target yang sudah diberikan pelatih.

“Mudahan KONI Kepri mencairkan dana pembinaan untuk atlet yang melaksanakan TC mandiri. Kita juga minta supaya TC penuh segara di laksanakan,” harapnya. (ks)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Articles