Selasa, September 27, 2022

Minim Anggaran, Pelatda PON Kepri Terancam Gagal

TANJUNGPINANG – Atlet yang dipersiapkan KONI Kepri untuk membela nama Kepri di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, masih mengalami masalah, terutama terkait anggaran. Minimnya, anggaran yang dianggarkan oleh Pemprov Kepri, membuat pelatihan daerah (pelatda) bagi atlet lolos PON, terancam digelar.

PON XX Papua akan digelar Oktober mendatang. Kepri yang baru empat kali mengikuti perhelatan multi event, empat tahun sekali ini, masih banyak mengalami masalah. Kepri pertama ikut PON, yakni PON XVII Kalimantan Timur 2008, lalu PON XVIII Riau 2012 dan terakhir PON XIX Jawa Barat 2016 lalu.

PON kali ini, Kepri hanya mampu meloloskan 51 atlet dari 15 cabang olahraga. Hingga kemarin, KONI Kepri belum bisa menggelar pelatihan daerah (Pelatda) bagi atlet yang lolos PON, karena minimnya anggaran.

Anggaran PON yang disediakan oleh Pemprov Kepri hanya Rp3,5 miliar, termasuk untuk membeli peralatan atlet, tiket, akomodasi hingga penginapan selama di Papua.

Ketua KONI Kepri Usep RS, berharap agar Gubernur Kepri Ansar Ahmad, yang baru dilantik oleh Presiden RI Joko Widodo, Rabu kemarin, minta supaya mau memperhatikan olahraga di Kepri. Terutama atlet yang akan diberangkatkan ke PON.

Kata Usep, dalam waktu dekat ini, ia akan bersilaturahmi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru. Selain silaturahmi, ia akan melaporkan kondisi persiapan atlet PON Kepri. Duta-duta olahraga Kepri saat ini masih mengikuti pelatihan mandiri.

“Kita hanya dianggarkan untuk persiapan dan keberangkatan PON, dana Rp3,5 miliar, yang di anggarkan oleh Pemprov, tidak bisa menggelar pelatda, yang awalnya mulai dilakukan Januari lalu,” ujarnya.

Kata dia, pelatda bagi atlet adalah mestinya harus digelar. Setelah ia bertemu dengan gubernur nanti, kalau ada kepastian tambahan anggaran, rencananya, setelah lebaran Idul Fitri ini, akan digelar pelatda.

“Belum lagi kita akan kasih uang saku para atlet, sebagai nutrisi, s upaya duta olahraga Kepri tetap semangat latihan, membela nama Kepri dicabang olahraga ditingkat nasional,” ujarnya.

Para pelatihan dan atlet diminta tetap semangat latihan, KONI dan Pemprov terus berkoordinasi, agar ada tambahan anggaran KONI, supaya atlet bisa mengikuti pelatda, sebelum ke PON. Atlet bisa dapat uang saku, seperti atlet daerah lainnya.

“Saya yakin gubernur Kepri mau memberikan solusi, apa yang di hadapi KONI Kepri, sebelum memberangkatkan atlet ke PON Papua,” ujarnya.

Sebelumnya, pelatihan layar Kepri, Weng Samsi. Kata dia, anggaran PON cuma Rp3,5 miliar, mana cukup untuk mengirimkan atlet ke Papua.”Benar aja dong, anggara Rp3,5 miliar untuk apak, untuk tiket saja tidak cukup. PON itu jauh di Papua. Kecuali PON digelar di Sumatera, anggaran itu, ya cukuplah, tapi ini digelar di Papua,” ujarnya singkat.

Halam sama juga disampaikan kepala pelatihan atlet PON Tinju Kepri, Erzon minta supaya KONI Kepri segera menggelar pelatda. Pelatda sangat penting, untuk mengukur kemampuan atlet kita, sejauh mana sebelum mereka turun di ring di PON Papua mendatang.

“Pemprov Kepri juga harus memperhatikan atlet yang lolos PON. Mereka membawa nama Kepri ditingkat nasional. PON merupakan multivent, atau pesta akbar olahraga bergengsi di tanah air. Semua daerah berlomba-lomba mencari medali, agar masuk 10 besar nasional,” ujarnya.(sp)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Articles