Selasa, September 27, 2022

Trans Studio Garden Pertama di Indonesia ada di Kota Tanjungpinang

TANJUNGPINANG – Trans Studio Garden Hadir di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Diharapkan, mampu mendongkrak sektor ekomoni sekaligus meningkatkan sektor pariwisata di Kota Tanjungpinang.

Pembangunan projek wahana hiburan ini ditargetkan pada bulan Mei 2021 atau tepat pada hari kedua lebaran tahun 2021, Grand Openingnya sudah dimulai. Nantinya Pemko Tanjungpinang akan membantu mempromosikan Trans Studio Garden tersebut yang akan menjadi icon baru di Kota Tanjungpinang.

Adapun lokasi pembangunan Trans Studio Garden and Convesion Hall, ini berlokasi di Kilometer 12, Batu XI, Tanjungpinang Timur atau tepatnya berada di belakang bekas Kantor DPRD Provinsi Kepulauan Riau.

Dalam waktu dekat akan segera dibangun Wahana Taman Bermain Trans Studio Garden and Convention Hall berstandar Internasional pertama di Indonesia. Hal itu dibahas dalam rapat koordinasi terkait rencana pembangunan oleh Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP di Ballroom Aston Hotel, Senin (15/2).

Walikota menyampaikan bahwa Pemerintah akan selalu mendukung setiap investor yang ingin berinvestasi di Kota Tanjungpinang, termasuk rencana pembangunan Trans Studio Garden ini.

“Alhamdulilah sudah ada investor yang akan membangun wahana taman bermain di Kota Tanjungpinang. Saya juga merasa bangga karena ini merupakan konsep Trans Studio Garden pertama di Indonesia yang di bangun di Kota Tanjungpinang,” Ucapnya.

Lagi, Rahma menyampaikan, dengan dibukanya Trans Studio tentunya akan membuka lapangan pekerjaan baru. Untuk itu Rahma berpesan kepada pihak manajemen agar dapat menyerap tenaga kerja lokal. Selain itu untuk konsep pembangunan juga memiliki nuansa melayu untuk menjadi ciri khas daerah.

“Saya harap dengan dibukanya Trans Studio ini dapat menyerap karyawan dari warga Tanjungpinang. Juga saya minta kepada pihak management untuk menyediakan tempat untuk pelaku UMKM agar dapat mempromosikan dan menjual produknya disana”, Harap Rahma.

Sementara itu, Susiadi selaku General Manager Hotel Aston menyampaikan bahwa terkait perekrutan tenaga kerja akan diambil dari tenaga kerja lokal, dengan dilakukan seleksi terlebih dahulu sesuai kriteria yang dibutuhkan.

“Hal ini juga sesuai arahan dari Pusat, bahwa setiap daerah yang dibangun Trans Studio, 90% pekerjanya diambil dari masyakarat setempat”, jelasnya.

Lebih lanjut Susiadi mengatakan optimis dalam pembangunan Trans Studio di Kota Tanjungpinang.

“Kami melihat Kota Tanjungpinang memiliki perputaran ekonomi yang baik dan memiliki potensi wisata yang potensial. Juga kemudahan akses dari negara tetangga karena berada di lokasi yang trategis, apalagi saat kunjungan wisatawan dari luar negeri dibuka nantinya”, Ungkap Susiadi.(sp)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Articles