Selasa, September 27, 2022

Ada Lima Gubernur dari Desa Ini

KARIMUN – Kabupaten Karimun Provinsi Kepri merupakan gudangnya gubernur. Karena dari daerah ini sudah ada lima gubernur.

Tiga dari Gubernur ini lahir di desa yang sama di Kundur yakni HM Sani, H Isdianto dan Suhajar Diantoro.

Adapun kelima gubernur dari Karimun tersebut yakni, HM Sani, H Nurdin Basirun, H Isdianto, H Suhajar Diantor dan akan menyusul H TS Arif Fadillah.

HM Sani sendiri merupakan wakil gubernur pertama di Provinsi Kepri yang saat itu gubernurnya adalah Ismeth Abdullah.

H Nurdin Basirun

Pada periode berikutnya, HM Sani maju bersama HM Soerya Respationo dan menang. HM Sani menjadi Gubernur Kepri lima tahun.

Setelah lima tahun berakhir, HM Sani maju bersama H Nurdin Basirun dan menang. Namun, HM Sani sakit dan berpulang.

H Isdianto

Akhirnya H Nurdin Basirun menjadi Gubernur. Kemudian wakilnya terpilih H Isdianto yang merupakan adik kandung HM Sani.

Nurdin sendiri kena kasus dan ditangkap KPK. H Isdianto menjadi gubernur.

Suhajar Diantoro yang lahir di Moror Karimun ini yang merupakan mantan Sekdaprov Kepri ini pernah menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Bengkulu tahun 2015 lalu.

Kini, Suhajar masih aktif sebagai pejabat Eselon I di Kementerian Dalam Negeri. Suhajar Diantoro merupakan mantan Rektor IPDN.

Suharja Diantoro

Arif Fadillah yang lahir di Tanjungbalai Karimun tersebut saat ini masih aktif sebagai Sekdaprov Kepri.

Di masa peralihan gubernur tahun 2021 ini, Arif Fadillah akan menjadi pelaksana harian (Plh) Gubernur Kepri mulai, 13 Februari 2021 nanti.

Dari Karimun, banyak juga pejabat yang sukses. Kehidupan yang susah membuat mereka saat kecil dituntut bekerja dan belajar keras agar kelak kehidupannya membaik di masa depan.

Hasilnya, saat ini banyak anak-anak Karimun yang dulu hidupnya susah, kini sudah sukses baik di Karimun, di Kepri maupun di berbagai daerah di Indonesia.

Arif Fadillah

Dr Aries Fhariandi, adik Suhajar Diantoro yang kini salah satu Kepala OPD di Pemprov Kepri dalam perbincangan beberapa waktu lalu juga mengakui, kehidupan mereka saat kecil memang sangat susah.

Sehingga, orangtua mereka memaksa belajar keras. ”Kehidupan itu juga yang membuat begitu,” katanya merendah diri. (ang)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Articles