Jumat, Oktober 7, 2022

Rp3,5 Miliar Tak Cukup untuk TC Berjalan Atlet PON Kepri

BATAM – Ketua KONI Kepri Usep RS menjelaskan, KONI Kepulauan Riau (Kepri) terus melakukan berbagai upaya di tengah pandemi ini untuk mempersiapkan atlet terbaiknya menghadapi PON XX tahun 2021 di Papua, termasuk menyiapkan program latihan.

Awalnya, KONI Kepri menjadwalkan kalau program pemusatan latihan atau TC berjalan atlet PON Kepri mestinya sudah digelar Febuari ini. TC berjalan untuk 52 atlet yang lolos PON terancam tertunda. Pasalnya, dana TC berjalan tidak cukup, bila anggaranya dana KONI tetap Rp3,5 miliar, yang telah dianggarkan oleh Pemprov dan DPRD Kepri.

Ia menjelaskan, anggaran PON Kepri hanya ada Rp3,5 miliar, untuk tiket saja sudah Rp1,2 miliar. Belum lagi perlengkapan atlet, akomodasi dan penginapan selama di PON Papua.

“Tim Bimpres sedang membahasnya. Kita tetap harapkan ada TC berjalan, supaya atlet kita bisa maksimal latihan,” ujarnya.

TC berjalan bagi atlet, kata Usep sangat penting, supaya apa yang ditargetkan oleh pelatih, bisa tercapai di PON. TC berjalan, hal wajib dilakukan untuk atlet yang akan bertanding.

Usep juga menegaskan, dalam waktu dekat ini, pengurus KONI Kepri akan menemui GUbernur Kepri. Ia akan melaporkan kondisi atlet Kepri menuju PON Papua.

“Ini PON yang cukup berat di tengah pandemi Covid-19. Banyak hal yang baru, salah satu atlet dan pelatih harus ikut swab, sebelum berangkat ke PON,” ujarnya.

Ia juga mengajak pihak perusahaan yang ada di Kepri, memberikan support bagi atlet yang akan berlaga, membawa nama baik di tingkat nasional.

Sebelumnya, Erzon, pelatih tinju PON Kepri, meloloskan tujuh petinju, dua putri dan lima putra, mengaku dengan anggaran Rp3,5 miliar, ia terancam menggelar TC berjalan.

“Kita sudah memiliki program, uji tanding atua try out di Thailand, Vienant, Filipina, sebagai negara ujicoba tanding. Tapi, kalau tak ada anggaran, bagaimana kita bisa menggelar try out,” ujarnya.

Sambung dia, TC berjalan dan try out, awalnya sudah disusun oleh KONI Kepri. Masing-masing cabang olahraga, yang lolos PON, sudah memiliki tempat untuk melakukan try out. Tapi, minimnya dana PON, mau tak mau, atlet menjadi korbanya.(sp)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Articles