Jumat, Oktober 7, 2022

Tahun Ini Ada 222.876 Rumah Subsidi

TANJUNGPINANG – Kabar baik untuk yang belum punya rumah. Karena tahun 2021 ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan 222.876 unit bantuan pembiayaan perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) atau subsidi tahun 2021 ini.

Inilah bentuk komitmen dari pemerintah untuk membantu warga yang belum memiliki rumah. Rumah yang akan dibangun layak huni. Jadi, bukan berarti karena disubsidi, rumahnya tidak layak.

Yang membangun perumahan itu tetap developer atau pengembang. Pemerintah akan mensubsidi uang mukanya.

Rumah subsidi ini dibangun berkelanjutkan sebagaimana program pemerintah selama ini yang telah membangun jutaan rumah subsidi.

”Kami harapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono seperti dikutip dari situs KemenPUPR, Minggu (31/1) tadi.

Bantuan pembiayaan perumahan tahun 2021 terdiri dari empat program yakni Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang juga diberikan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) dan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Alokasi FLPP sebanyak 157.500 unit senilai Rp16,66 triliun dilengkapi SBUM senilai Rp630 miliar, BP2BT 39.996 unit senilai Rp1,6 triliun dan Tapera dari dana masyarakat untuk 25.380 unit senilai Rp2,8 triliun. Totalnya 222.876 unit.

Anggaran FLPP tahun ini merupakan yang tertinggi sejak program ini dimulai. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menggandeng 30 bank pelaksana yang sudah melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR untuk menyalurkan FLPP.

Bank Pelaksana tersebut terdiri dari 9 Bank Nasional dan 21 Bank Pembangunan Daerah, baik Konvensional maupun Syariah.

Pada 2020, realisasi bantuan pembiayaan perumahan melalui FLPP sebanyak 109.253 unit senilai Rp11,23 triliun, SSB 90.362 unit senilai Rp118,4 miliar, SBUM 130.184 unit senilai Rp526,37 miliar dan BP2BT 1.357 unit senilai Rp53,86 miliar. (*/ang)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Articles