Selasa, September 27, 2022

Pulau Dijual, Bupati Minta Polisi Usut

TANJUNGPINANG – Jumlah pulau yang ada di provinsi Kepulauan Kepri mencapai 2.408 pulau, baik yang sudah berpenghuni maupun tidak. Ini rawan diperjualbelikan bila tidak ada regulasi yang tegas dan tidak diberinama.

Jangan sampai hal ada pulau di Kepri dijual. Seperti aktivitas yang terjadi di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Ada satu pulau di Kepulauan Selayar dijual oleh oknum kades.

Bupati Kepulauan Selayar M Basli Ali turut angkat bicara soal jual beli Pulau Lantigiang. M Basli meminta polisi mengusut kepala desa (Kades) dan sekretaris desa (Sekdes) yang meneken akta jual beli pulau itu.

“Jelas itu pelanggaran. Saya kira Polres sudah dalami peran dari mereka (Kades-Sekdes),” ujar M Basli Ali kepada detikcom, Minggu (31/1/2021), seperti dilansir detikcom.

M Basli menegaskan, ulah Kades berinisial AH dan Sekdes berinisial RS meneken akta jual beli pulau tanpa sepengetahuan pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Selayar.

“Dan pihak kecamatan juga dilibatkan,” katanya.

M Basli Ali kembali menegaskan, Pemkab Selayar benar-benar tidak tahu-menahu ada Kades dan Sekdes meneken jual beli pulau. Dia pun meminta polisi segera mengusut motif mereka.

“Yang pasti kami ketahui setelah pihak balai Taman Nasional Takabonerate menyampaikan kepada pihak Muspida dan ditindaklanjuti polres,” katanya.

“Saya kira ini harus diproses apa motif mereka,” sambung M Basli.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria bernama Syamsul Alam menjual tanah di kawasan Pulau Lantigiang seharga Rp 900 juta ke perempuan bernama Asdianti.

Syamsul Alam pun sudah menerima uang muka senilai Rp10 juta dari Asdianti melalui pria bernama Kasman, yang tidak lain adalah keponakan Syamsul Alam.

Kasus jual-beli pulau ini terungkap setelah pengelola Taman Nasional Wilayah II Jinato mendapat laporan dari petugas resor Jinato yang menemukan fotokopi surat keterangan kepemilikan tanah Pulau Lantigiang serta surat keterangan jual-beli tanah Pulau Lantigiang.

Temuan oleh pengelola dan petugas resor tersebut kemudian dilaporkan ke Balai Taman Nasional Selayar lewat nota dinas nomor:ND.221/T.45/STPN.II/SET/ 6/2019, tanggal 24 Juni 2019.

Pulau Lantigiang terletak di Desa Jinato, Kecamatan Bonerate, Kepulauan Selayar. Dijelaskan pula, pihak pengelola Taman Nasional Wilayah II Jinato mengatakan bahwa masyarakat setempat tidak boleh memiliki tanah di area Pulau Lantigiang karena berstatus dalam kawasan taman nasional.

Namun masyarakat disebut boleh terlibat dalam pengelolaan wisata, karena Pulau Lantigiang merupakan zona pemanfaatan di mana kawasan pulau tersebut.(sp)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Articles