Selasa, September 27, 2022

Imlek, Daun Bawang dan Ikan Dingkis Wajib Ada

BATAM – Warga Tionghoa di Indonesia termasuk di Kepulauan Riau (Kepri) tak lama lagi merayakan Imlek, atau sering kita sebut tahun baru China. Jatuh pada tanggal 12 Februari.

Tradisi perayaan Imlek berbeda-beda. Di Kepulauan Riau (Kepri) dan Singapura misalnya, saat Imlek, harus ada makananan daun bawang dan ikan Dingkis.

Warga Tionghoa di Kepri misalnya, saat perayaan Imlek ada beberapa menu makanan dan buah buahan, wajib disajikan untuk dimakan bersama keluarga atau untuk tamu yang berkunjung.

Selain jeruk Imlek. Jeruk ini sangat istimewa dan membawa keberuntungan karena baru berbuah dan panen saat menyambut Imlek.

Sedangkan sayuran yang wajib lainnya, harus tersedia saat Imlek yakni daun bawang, jenisnya daun bawang panjang.

Daun bawang dalam bahasa China terdengar seperti “menghitung”, jadi sayuran ini diasosiasikan dengan kekayaan dan uang.

“Jeruk dan daun bawang, wajib ada saat Imlek,” kata tokoh masyarakat Tionghoa Kepri Hengky Suryawan.

Daun bawang, dan jeruk, termasuk ikan Dingkis, menu makanan Imlek yang membawa berkah atau membawa keberuntungan.

Kata Hengky, selain mengkonsumsi ikan Dingkis, ada beberapa sayuran yang dianggap membawa hoki.

Seperti Brokoli misalnya. Sayuran berwarna hijau gelap ini dipercaya mempunyai makna kebahagiaan dan kesehatan.

Wortel dan lobak, sayuran yang mengandung vitamin A ini bagus dikonsumsi juga.

Karena wortel merupakan simbol keberuntungan, dua sayuran ini sering dimasak dalam bentuk tumisan, salad dan sup.

Lalu, terong. Ada beragam terong, bisa dipakai lalap maupun tumis. Sayuran ini selalu diidentikan dengan sesuatu yang “luar biasa”.

“Imlek tahun ini sangat berbeda di rayakan saat pandemi Covid -19. Merayakan ditengah pandemi tentu hal yang baru. Dan tetap harus menjalankan imbauan pemerintah yakni tetap menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker,’ ujarnya.

Hal sama juga dikatakan tokoh Tiongkoa Kepri Bobby Jayanto. Menurutnya, Imlek tahun ini yakni Tahun Kerbau Emas, membawa keberuntungan meskipun di tengah pandemi Covid-19.

Karena pandemi Korona, banyak warga Tionghoa dari Kepri yang merantau di luar Kepri tidak mudik di kampung halamannya.

“Kita tahu bersama , kalau ke daerah lainnya tentu banyak presedurnya di tengah pandemi, harus swab dan sebagainya, ini juga mwmbuat saudara kita yang merantau belum bisa mudik tahun ini, termasuk dari luar negeri, belum ada penerbangan karena masih ditutup,” bebernya.

Ia sarankan perayaan Imlek tahun ini, sebaiknya digelar dengan sederhana. Jangan sampai kita bersilaturahmi ke rumah keluarga atau kerabat, jadi klaster baru penyebaran Covid-19.

“Tetap patuhi protokol kesehatan, tetap jalankan 3M, menjaga jarak, memakai masker dan rajin mencuci tangan dengan air yang mengalir,” ujarnya. (sp)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Articles