Senin, Februari 6, 2023
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Imlek 2021, Silaturahmi dengan Kerabat, Baiknya Video Call Saja

TANJUNGPINANG- Tahun baru Imlek pada 2021 ini akan jatuh pada 12 Februari. Tahun Imlek ini juga dikenal dengan tahun Kerbau Logam (emas).

Karena berlangsung di tengah pandemi COVID-19, tentu perayaan Imlek tahun ini bakal berbeda.

Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Provinsi Kepri, Hengky Suryawan minta kepada Umat Buddha seluruh provinsi Kepri, perayaan Imlek mestinya dilakukan dengan sederhana. Karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Jangan sampai perayaan Imlek menjadi klaster baru penambahan jumlah Covid-19 Kepri.

Masyarakat, terutama umat Buddha diharapkan tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes), dengan cara makai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sesering mungkin, dengan air mengalir.

“Saya mengajak seluruh Umat Buddha di seluruh Kepri. Rayakan Imlek dengan tidak berlebihan. Tetap mengikui imbuan dari pemerintah tentang prokes Covid-19,” kata Hengky Suryawan, kemarin.

Hengky berharap, umat Buddha di Kepri membantu pemerintah dalam hal memutus rantai penyebaran virus Korona atau Covid-19 di Kepri. Kalau bukan kita yang membantu pemerintah kita atau daerah kita, siapa lagi.

Tokoh masyarakat Tionghoa di Kepri ini, mengajak pada ingin bersilaturahmi dengan keluarga, kerabat, teman dan keluarga, baiknya, tidak saling mendatangi.

“Silaturahmi dengan keluarga, kerabat yang jauh, baiknya mengunakan vedio call saja, dari handphone. Ini lebih baik agar tidak terjadi penambahan penyebaran covid-19,” harap Hengky.

Hengky juga harap, masyarakat Tionghoa, terutama beragama Buddha, baiknya untuk tahun ini tidak menggelar open house, seperti tahun-tahun sebelum pandemi Covid-19.

“Saya saja tidak menggelar open house seperti sebelumnya. Saya cukup vedio call saja kepada saudara, kerabat dan teman,” ujar Hengky.

Soal pembagian ampau, bagi masyarakat tak mampu, tradisi pembagian ampau, salah satu tradisi yang ditunggu-tunggu bagi warga Tionghoa, terutama yang belum berkeluarga.

Karena masih pandemi, kata Hengky pembagian ampau baiknya, dikirim melalui jasa pengiriman.

“Karena pandemi, tradisi ampau adalah hal yang ditungu-tunggu, ya baiknya dikirim melalui jasa pengiriman,” kata Hengky, sambil tersenyum.

Hengky-pun berharap, agar pandemi Covid-19, cepat berlalu, agar perayaan Imlek tahun depan, bisa berjalan normal kembali. Ia juga mengajak masyarakat, khusus umat Buddha, untuk melakukan vaksinasi, sesuai aturan yang ada. (sp)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Articles