Jumat, Februari 23, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Penemuan Mirip Rudal di Anambas, Bertuliskan China Bikin Heboh

JAKARTA – Penemuan benda misterius menyerupai rudal dengan tulisan China menghebohkan warga di Kecamatan Siantan Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau beberapa waktu lalu.

Adapun, benda berwarna biru dengan beberapa tulisan China itu pertama kali ditemukan seorang nelayan bernama Ain dan putranya Aris di tepian pantai kawasan setempat, sekira pukul 15.30 WIB, Selasa (19/1), lalu.

Benda mirip rudal tersebut disebut memiliki berat sekitar 25 kg dan panjang sekitar 1,5 meter.Penemuan benda tersebut membuat warga heboh dan resah.

Ain, selaku penemu pertama mengaku tidak mengetahui nama benda misterius yang ditemukannya itu.

Menanggapi temuan benda misterius itu, pakar telematika Roy Suryo mengatakan, dilihat spesifikasinya, sama sekali tidak mirip sea glider atau drone yang sudah tiga kali ditemukan sebelumnya di perairan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Roy dalam cuitannya di akun pribadinya di Twitter @KRMTRoySuryo2. “Dengan panjang 1,5 m dan berat 25 kg mirip Argo Float/profilin float untuk monitor suhu, salinitas, arus & sifat bio-optik lautan,” tulis Roy Suryo dikutip JPNN.com, Jumat (22/1).

Mantan Menpora itu lantas mempertanyakan keterkaitan benda mirip rudal tersebut dengan kapal survei milik China yang kedapatan memasuki wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) secara ilegal pada enam hari lalu.

“Adakah kaitannya dengan Kapal Xiang Yang Hong 03 yang tepergok?,” kata Roy. Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI berhasil mengintersep kapal survei China, Xiang Yang Hong yang terbukti mematikan Automatic Identification System (AIS) ketika melintasi perairan Selat Sunda pada Rabu (13/1) malam.

AIS merupakan sistem tracking kapal otomatis yang memberikan informasi tentang keadaan kapal. Baik posisi, waktu, haluan, dan kecepatannya untuk kepentingan keselamatan pelayaran. Kapal Xiang Yang Hong 03 mematikan AIS saat berada di Laut Natuna Utara, Laut Natuna Selatan, dan Selat Karimata.

Mantan Menpora itu lantas mempertanyakan keterkaitan benda mirip rudal tersebut dengan kapal survei milik China yang kedapatan memasuki wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) secara ilegal pada enam hari lalu.

“Adakah kaitannya dengan Kapal Xiang Yang Hong 03 yang tepergok?,” kata Roy.

Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI berhasil mengintersep kapal survei China, Xiang Yang Hong yang terbukti mematikan Automatic Identification System (AIS) ketika melintasi perairan Selat Sunda pada Rabu (13/1) malam.

AIS merupakan sistem tracking kapal otomatis yang memberikan informasi tentang keadaan kapal. Baik posisi, waktu, haluan, dan kecepatannya untuk kepentingan keselamatan pelayaran. Kapal Xiang Yang Hong 03 mematikan AIS saat berada di Laut Natuna Utara, Laut Natuna Selatan, dan Selat Karimata.

Saat itu, kapal terdeteksi tengah melaju dengan kecepatan 10,9 knot dan haluan ke barat daya. Sekitar pukul 21.00 WIB, kapal Xiang Yang Hong 03 dipastikan telah keluar dari ZEEI dengan pengawalan KN Pulau Nipah 321.(sp)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Articles

zile libere 2024
never single again
Bir Türk kızı amını parmaklıyor
disabled love
trio di teen nude si masturba
ممارسة الجنس مع فتاة مسلمة
pussy piss spy cam